Example 728x250
DPMD Kukar

Muara Enggelam Tunjukkan Kemandirian Energi Lewat Inovasi PLTS Komunal

×

Muara Enggelam Tunjukkan Kemandirian Energi Lewat Inovasi PLTS Komunal

Sebarkan artikel ini

Tenggarong, 4 Mei 2025 — Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menorehkan prestasi luar biasa dalam bidang energi terbarukan dengan menghadirkan kemandirian energi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal. Capaian ini menjadikan Muara Enggelam sebagai pionir desa mandiri energi di wilayah pesisir Kukar yang selama ini menghadapi keterbatasan akses listrik konvensional.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti nyata bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi dalam pembangunan berkelanjutan.

“Muara Enggelam telah menjadi role model bahwa kemandirian energi dapat dibangun dari tingkat desa, dengan kekuatan komunitas dan kelembagaan yang solid. BUMDes di sini tidak hanya mengelola, tapi juga mengembangkan kapasitas PLTS secara berkelanjutan,” jelas Arianto.

Melalui pengelolaan PLTS yang efisien, Muara Enggelam kini memiliki pasokan listrik yang stabil selama 24 jam. Hal ini berdampak langsung pada produktivitas masyarakat, terutama dalam kegiatan ekonomi rumah tangga, pendidikan, dan layanan publik.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan, BUMDes telah mengalokasikan dana sekitar Rp400 juta untuk pengadaan baterai tambahan. Investasi ini dilakukan untuk memastikan sistem PLTS tetap optimal dan dapat melayani seluruh kebutuhan warga desa secara terus-menerus.

“Inisiatif ini membuktikan bahwa desa mampu melakukan reinvestasi, memperkuat infrastruktur secara mandiri, dan menciptakan sumber pendapatan asli desa (PADes) dari sektor energi,” tambah Arianto.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) senilai Rp4 miliar pada akhir 2024. Anggaran tersebut difokuskan untuk peningkatan kapasitas daya PLTS agar mampu menjangkau lebih banyak rumah tangga dan fasilitas umum.

Arianto menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Program ini hanya bisa berjalan sukses karena adanya semangat gotong royong dan tanggung jawab kolektif dari seluruh elemen desa,” tegasnya.

Dengan pendekatan berbasis potensi lokal dan energi bersih, Muara Enggelam kini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kutai Kartanegara yang ingin mengembangkan infrastruktur berkelanjutan dan ramah lingkungan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *