Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Kukar

Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kabupaten Kukar Dalam Upaya Pencegahan Stunting

×

Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kabupaten Kukar Dalam Upaya Pencegahan Stunting

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK)
Kegiatan Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK)

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Akhmad Taufik Hidayat, membuka kegiatan Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Kegiatan tersebut diketahui bertujuan untuk meningkatkan layanan serta memeriksa calon pengantin dan pasangan usia subur untuk mencegah stunting.

Acara orientasi itu berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar pada Selasa, 29 Oktober 2024. Ahmad Taufik menjadi pembicara utama pada sesi acara tersebut.

Dalam sambutannya, Akhmad Taufik Hidayat menuturkan bahwa kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan berkualitas sangat mempengaruhi status gizi anak.

Belakangan diketahui jika kekurangan gizi pada masa kanak-kanak sering kali disebabkan karena kurangnya vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Taufik pun menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi.

Menurut Taufik, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya remaja putri dan calon pengantin perempuan, supaya dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum menikah dan merencanakan kehamilan.

“Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam mensosialisasikan pentingnya kegiatan semacam ini pada masyarakat, khususnya remaja putri dan calon pengantin perempuan untuk mempersiapkan dirinya dalam berkeluarga. Keluarga berencana bisa dimaknai dengan perencanaan berkeluarga yang baik, salah satunya  adalah menikah pada usia minimal 25 tahun untuk pria dan 21 tahun untuk wanita” ujar Taufik.

Selain itu, Taufik juga menekankan pada pentingnya memahami bahwa stunting dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak, serta meningkatkan risiko penyakit. Selain itu, kekurangan gizi pada ibu hamil juga dapat berdampak negatif pada kesehatan bayi, termasuk menyebabkan stunting.

“Pertimbangan ketahanan ekonomi keluarga adalah bagaimana dapat menjamin keberlangsungan hidup ketika nanti berkeluarga. Jadi setiap calon pengantin, diharapkan untuk:

1.Mendaftar di aplikasi Elsimil agar bisa dipantau oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK)

2.Merencanakan kehamilan dengan baik untuk kesehatan ibu dan anak

3.Memilih fasilitas kesehatan sebagai tempat persalinan

4.Memiliki jaminan kesehatan

5.Memastikan kesiapan fisik ibu saat melahirkan

6.Memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan

7.Mengikuti posyandu secara rutin untuk memantau perkembangan anak,” tambahnya.

Pemerintah daerah, lanjut Taufik, sangat mendukung kegiatan yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, mencegah stunting, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mengurangi kemiskinan, serta memperbaiki indeks Pembangunan Keluarga.

Semua itu secara sekaligus bisa didapatkan dari acara Orientasi TPK ini dan harapannya di masa depan bisa terealisasi kegiatan serupa untuk kemajuan daerah tersebut.

“Melalui kesempatan ini, Pemerintah Daerah Kukar banyak mengucapkan terima kasih kepada BKKBN atas terselenggaranya acara Re-Orientasi bertema Zero Dose Immunization dan Orientasi TPK yang berlangsung hingga hari berikutnya” tutup Taufik.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *