Example 728x250
DPMD Kukar

Akses Lebih Baik, Ekonomi Desa Lebih Kuat: Tabang Pacu Pembangunan Infrastruktur

×

Akses Lebih Baik, Ekonomi Desa Lebih Kuat: Tabang Pacu Pembangunan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG, 26 Mei 2025 Pemerintah Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menggenjot upaya peningkatan infrastruktur dasar, khususnya pembangunan jalan dan jembatan, sebagai fondasi utama untuk mendorong konektivitas dan kemandirian desa.

Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, mengungkapkan bahwa akses jalan menuju pusat kecamatan masih belum sepenuhnya layak, terutama pada ruas sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer yang memerlukan penanganan segera.

“Kami menerima informasi bahwa anggaran untuk perbaikannya telah disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Harapannya, pelaksanaan perbaikan dapat segera direalisasikan,” ujarnya.

Selain jalan, Rakhmadani juga menyoroti kebutuhan mendesak akan pembangunan jembatan penghubung ke sejumlah desa di wilayah hulu, seperti Umaq Bekuay dan Umaq Tukung. Saat ini, kedua desa tersebut masih sulit dijangkau kendaraan roda empat akibat belum tersedianya jembatan yang memadai.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan menjadi jalur vital yang menghubungkan delapan desa di kawasan hulu Tabang. Akses yang lebih terbuka diyakini akan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang kebutuhan pokok, serta pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan.

“Pembangunan jalan dan jembatan ini sangat penting, tidak hanya dari sisi aksesibilitas, tetapi juga sebagai pendorong utama pergerakan ekonomi dan aktivitas sosial warga,” jelasnya.

Pemerintah kecamatan, lanjut Rakhmadani, telah aktif menyuarakan aspirasi tersebut melalui berbagai forum masyarakat dan memperkuat komunikasi dengan dinas teknis terkait serta anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6.

Lebih jauh, ia optimistis bahwa infrastruktur yang memadai akan membuka peluang baru, khususnya dalam sektor pertanian dan potensi wisata alam di wilayah tersebut yang selama ini terkendala oleh keterbatasan akses dan kondisi geografis.

“Jika jalur transportasi sudah baik, hasil pertanian bisa lebih cepat dan efisien dipasarkan. Begitu pula dengan pengembangan pariwisata yang akan lebih mudah dijangkau wisatawan,” ungkapnya.

Rakhmadani menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak semata-mata terkait kemudahan akses, tetapi juga berkaitan langsung dengan penguatan daya tahan sosial dan ekonomi masyarakat desa. Ia berharap, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, perubahan signifikan dapat segera terwujud.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyatakan bahwa infrastruktur dasar adalah elemen penting dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing.

“Desa bisa saja memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang besar, tetapi tanpa infrastruktur pendukung seperti akses jalan yang layak dan fasilitas ekonomi, potensi itu tidak bisa dimaksimalkan,” tegasnya.

Menurut Arianto, pembangunan yang berorientasi pada konektivitas dan pelayanan dasar akan memperkuat fondasi desa menuju kemandirian, baik dari segi ekonomi maupun sosial.

“Pembangunan harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan menciptakan dampak jangka panjang. Itulah prinsip yang terus kami dorong,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *