Example 728x250
DPMD Kukar

DPMD Kukar Maksimalkan Siskeudes dan Si Pacar Kuda Demi Transparansi Keuangan Desa

×

DPMD Kukar Maksimalkan Siskeudes dan Si Pacar Kuda Demi Transparansi Keuangan Desa

Sebarkan artikel ini

Tenggarong, 14 Mei 2025 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan desa melalui optimalisasi dua sistem digital utama, yakni Siskeudes dan Si Pacar Kuda.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa Siskeudes atau Sistem Keuangan Desa merupakan perangkat lunak yang dikembangkan pemerintah pusat sebagai alat bantu pencatatan keuangan desa dan telah diimplementasikan secara nasional.

“Siskeudes sebenarnya sudah cukup lama digunakan. Namun, sejak akhir 2022, kami sepenuhnya mengalihkannya ke versi daring. Tidak ada lagi penggunaan versi luring di Kukar,” ungkap Arianto saat ditemui di ruang kerjanya.

Sebagai inovasi pendukung, DPMD Kukar juga mengembangkan aplikasi lokal bernama Si Pacar Kuda (Sistem Pencairan Keuangan Desa). Aplikasi ini dirancang untuk memfasilitasi proses pencairan dana secara digital dan telah terintegrasi dengan sistem perbankan, guna mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan transparansi.

“Pengajuan seluruh dokumen pembayaran dan penagihan kini dapat dilakukan secara daring. Aplikasi ini menjadi solusi atas kebutuhan percepatan layanan keuangan desa yang akuntabel,” tambah Arianto.

Uji coba aplikasi Si Pacar Kuda dimulai pada akhir 2022, dan secara resmi diimplementasikan penuh sejak 2023. Hingga kini, pemanfaatannya berjalan efektif dan mendapat respons positif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk aparatur desa, pihak kecamatan, hingga Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Lebih dari sekadar efisiensi administratif, integrasi kedua sistem ini juga berperan dalam menekan potensi penyalahgunaan dana karena seluruh transaksi dilakukan tanpa uang tunai.

Arianto menegaskan, keberhasilan implementasi ini tidak lepas dari upaya berkelanjutan dalam bentuk pembinaan dan pendampingan rutin kepada aparatur desa. Ia berharap pemanfaatan teknologi ini bisa berkelanjutan dan tidak hanya bersifat sementara. Ke depan, kami akan terus memperbarui fitur-fitur sistem agar semakin adaptif dengan kebutuhan desa. Tujuannya hanya satu membangun keuangan desa yang bersih, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat

“Kami tekankan agar sistem ini digunakan secara konsisten. Jangan hanya dimanfaatkan selama beberapa bulan lalu ditinggalkan. Harapan kami, desa-desa di Kukar bisa benar-benar mandiri dalam pengelolaan keuangannya,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *