Example 728x250
AdvertorialKutai Kartanegara

DPMD Kukar Percepat Penyediaan Air Bersih di 60 Desa, Fokus Infrastruktur dan Edukasi

×

DPMD Kukar Percepat Penyediaan Air Bersih di 60 Desa, Fokus Infrastruktur dan Edukasi

Sebarkan artikel ini

Tenggarong – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempercepat penyediaan air bersih bagi 60 desa yang masih mengalami keterbatasan akses. Program ini ditargetkan selesai pada 2025 melalui kerja sama dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) serta Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mahakam.

Penyediaan air bersih menjadi prioritas mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kepala DPMD Kukar, Arianto, menegaskan bahwa akses air bersih merupakan hak dasar yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, pihaknya tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan fasilitas yang dibangun dapat berfungsi optimal melalui evaluasi berkala.

60 Desa Jadi Prioritas, Infrastruktur Diperkuat

Saat ini, sekitar 60 desa di Kukar masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut, DPMD Kukar menggandeng Perkim dan Perumda Air Minum Tirta Mahakam dalam membangun jaringan distribusi air bersih yang lebih luas dan efisien.

Salah satu desa yang menjadi prioritas adalah Desa Perangat Selatan di Kecamatan Marangkayu. Lokasi desa ini memiliki tantangan geografis yang menyebabkan sulitnya jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjangkau wilayah tersebut. Oleh karena itu, solusi yang disiapkan tidak hanya membangun jaringan air bersih, tetapi juga memanfaatkan teknologi pengelolaan air alternatif seperti sumur bor dan sistem penyaringan air berbasis komunitas.

Edukasi Masyarakat untuk Pengelolaan Air Berkelanjutan

Selain membangun infrastruktur, program ini juga mencakup edukasi masyarakat mengenai pengelolaan air bersih yang baik. Arianto menjelaskan bahwa pencemaran air dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare, kolera, dan infeksi kulit. Oleh sebab itu, masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga kebersihan sumber air dan menggunakan fasilitas yang telah dibangun secara bijak.

“Penyediaan air bersih bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat memahami pentingnya air bersih untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka,” jelasnya.

Edukasi yang diberikan meliputi:

  • Pentingnya menjaga kebersihan sumber air agar tidak tercemar limbah rumah tangga atau pertanian.
  • Pengelolaan air yang hemat dan efisien untuk menghindari pemborosan sumber daya.
  • Perawatan fasilitas air bersih agar tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Peran BUMDes dan Masyarakat dalam Keberlanjutan Program

Arianto menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta masyarakat dalam mengelola dan merawat fasilitas air bersih yang telah dibangun.

“Kami ingin penyediaan air bersih dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya membangun fasilitas tetapi juga memastikan keberlanjutannya. Oleh karena itu, masyarakat dan BUMDes harus ikut serta dalam pemeliharaan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Dengan upaya ini, diharapkan masyarakat di 60 desa yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih dapat menikmati akses yang lebih layak dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *