Example 728x250
Berita TerkiniKutai Kartanegara

KESAN Kukar Bakal Gelar Kesah Odah Etam di Unikarta, Bahas Strategi Optimalisasi PAD untuk Kemandirian Fiskal Daerah

×

KESAN Kukar Bakal Gelar Kesah Odah Etam di Unikarta, Bahas Strategi Optimalisasi PAD untuk Kemandirian Fiskal Daerah

Sebarkan artikel ini

Kelompok Studi Pembangunan (KESAN) Kutai Kartanegara akan menggelar kegiatan Kesah Odah Etam di Food Court Unikarta pada 21 Mei 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Optimalisasi PAD sebagai Pilar Kemandirian Fiskal dan Pembangunan Berkelanjutan di Kutai Kartanegara.”

Agenda ini sekaligus menjadi momentum peresmian komunitas KESAN Kukar yang berfokus pada pembahasan isu sosial dan pembangunan daerah, khususnya terkait pembangunan berkelanjutan di Kutai Kartanegara.

Ketua KESAN Kukar, Halimatu, mengatakan Kutai Kartanegara memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor pertambangan, perkebunan, hingga perikanan. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Halimatu, hingga saat ini Kukar masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya diversifikasi sumber pendapatan daerah, belum optimalnya pengelolaan PAD, serta tingginya ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

“Diperlukan forum diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan solusi dan opsi kebijakan peningkatan PAD sebagai dasar pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui diskusi publik tersebut, KESAN Kukar ingin menghadirkan ruang pertukaran gagasan antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merumuskan strategi peningkatan PAD daerah.

Selain itu, forum ini juga bertujuan mengidentifikasi potensi unggulan PAD, mengulas berbagai persoalan dalam pengelolaan pendapatan daerah, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis hasil diskusi.

KESAN menilai terdapat sejumlah sektor strategis yang berpotensi menjadi penopang PAD Kukar, di antaranya pertambangan, pariwisata, UMKM, dan perikanan. Optimalisasi pajak dan retribusi daerah, pengelolaan aset, penguatan peran BUMD, serta digitalisasi dan transparansi sistem pendapatan daerah juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan PAD.

Halimatu menambahkan, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang menjadi tantangan di Kukar, seperti belum optimalnya penggalian potensi PAD, tingginya ketergantungan terhadap dana transfer pusat, kebocoran dan rendahnya efektivitas pemungutan, minimnya inovasi sumber pendapatan, hingga lemahnya pemanfaatan teknologi digital.

Diskusi publik tersebut rencananya menghadirkan akademisi Universitas Kutai Kartanegara, Prof. Iskandar, yang akan membahas potensi dan sumber-sumber PAD daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga akan menghadirkan perwakilan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang akan memaparkan strategi optimalisasi PAD Kukar.

Sementara itu, Direktur Utama PT MGRM, Efri Novianto, dijadwalkan membahas peran BUMD sebagai ujung tombak peningkatan PAD serta kondisi dunia usaha di lapangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *