Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

Dukung Kesetaraan Pendidikan, DPMD Kukar dan PT MHU Kolaborasi Wujudkan Akses Belajar untuk Warga Loa Kulu Kota

×

Dukung Kesetaraan Pendidikan, DPMD Kukar dan PT MHU Kolaborasi Wujudkan Akses Belajar untuk Warga Loa Kulu Kota

Sebarkan artikel ini

Tenggarong, 9 September 2025 – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan, termasuk bagi warga yang tidak sempat menyelesaikan pendidikan formal.

Komitmen ini tercermin dalam kegiatan penyerahan ijazah pendidikan kesetaraan di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, pada Senin (8/9/2025). Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, sebagai bentuk dukungan langsung pemerintah daerah.

Program kesetaraan ini menyasar warga yang putus sekolah melalui jalur Paket A, B, dan C. Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi antara PT Multi Harapan Utama (MHU), pemerintah desa, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) setempat.

“Sepanjang desa memiliki kreativitas dan inovasi dalam melayani masyarakat, kami dari DPMD akan selalu mendukung. Harapannya, tidak ada lagi warga yang tertinggal dalam hal pendidikan,” ujar Arianto.

Dalam sambutannya, Arianto memberikan apresiasi kepada PT MHU atas kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mendorong pemerataan akses pendidikan di wilayah pedesaan.

“Kami bersyukur ada dukungan nyata dari pihak swasta, dalam hal ini PT MHU. Program ini tidak hanya memberi kesempatan menyelesaikan pendidikan formal, tetapi juga menyediakan pelatihan keterampilan dan alat pendukung belajar,” jelasnya.

Peserta program umumnya berasal dari masyarakat sekitar wilayah operasional PT MHU. Berdasarkan data, masih banyak warga yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah. Melalui program ini, seluruh biaya ditanggung oleh perusahaan, sehingga tidak membebani peserta.

Sejak dimulai pada tahun 2018, program ini telah meluluskan sekitar 995 warga yang sebelumnya tidak memiliki ijazah formal. Sebagian dari mereka bahkan telah melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Lebih dari sekadar memperoleh ijazah, program ini membuka peluang baru bagi peserta untuk meningkatkan taraf hidup, memperkuat kemandirian ekonomi, serta berkontribusi lebih baik di masyarakat.

“Dengan meningkatnya pendidikan, masyarakat menjadi lebih percaya diri, terampil, dan memiliki peluang yang lebih luas untuk memperbaiki kualitas hidupnya,” tegas Arianto.

DPMD Kukar menegaskan bahwa program kesetaraan seperti ini merupakan bagian penting dari strategi pemberdayaan masyarakat desa. Dukungan dari pihak swasta dan inisiatif dari desa yang proaktif merupakan modal besar dalam membangun SDM Kukar yang unggul.

Pemkab Kukar berharap agar program serupa bisa direplikasi di desa-desa lainnya, terutama di daerah dengan angka putus sekolah dan buta huruf yang masih tinggi. Tujuannya adalah menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja dan aktif dalam pembangunan desa.

“Inisiatif ini sangat layak menjadi contoh. Dengan sinergi yang kuat, tidak ada yang tidak mungkin untuk mewujudkan Kukar yang cerdas, terampil, dan mandiri,” tutup Arianto. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *