Example 728x250
AdvertorialDiskominfo KukarKutai Kartanegara

Pemkab Kukar Gelar Musrenbang Tematik, Bahas Isu Kepemudaan hingga Kebudayaan Secara Inklusif

×

Pemkab Kukar Gelar Musrenbang Tematik, Bahas Isu Kepemudaan hingga Kebudayaan Secara Inklusif

Sebarkan artikel ini

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik yang difokuskan pada isu-isu strategis, yakni kepemudaan, perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan kebudayaan. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Bappeda Kukar, Komplek Kantor Bupati, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, pada Senin (5/5/2025).

Musrenbang Tematik ini diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), forum masyarakat, serta organisasi yang fokus pada pemberdayaan kelompok rentan dan pelestarian budaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat perencanaan pembangunan yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.

Asisten III Sekretariat Kabupaten Kukar, Dafip Haryanto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendekatan tematik dalam perencanaan pembangunan. Menurutnya, Musrenbang yang selama ini bersifat umum sering kali belum mampu merespons isu sektoral dan kebutuhan kelompok rentan secara optimal.

“Musrenbang Tematik menjadi ruang untuk mendalami isu-isu yang selama ini terpinggirkan, seperti ketimpangan gender, stunting, kemiskinan, disabilitas, serta pembangunan berbasis kawasan. Forum ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Pemkab Kukar dalam menghadirkan pembangunan yang berkeadilan dan menyeluruh,” ujar Dafip.

Ia menjelaskan, pendekatan tematik ini juga selaras dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045, yang mengedepankan prinsip holistik, relasional, dan spasial.

“Dengan forum ini, kami ingin memastikan bahwa kelompok-kelompok strategis seperti pemuda, perempuan, penyandang disabilitas, dan pelaku budaya benar-benar dilibatkan dalam proses perencanaan dan penganggaran. Mereka bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek yang harus didengar dan diperhitungkan,” lanjutnya.

Dafip juga menambahkan bahwa melalui forum Musrenbang Tematik, aspirasi yang terhimpun akan menjadi dasar dalam menyusun program-program pembangunan yang lebih tajam, tepat sasaran, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

“Harapan kita, hasil dari musrenbang ini mampu mendorong terwujudnya Kutai Kartanegara yang lebih inklusif, dengan kualitas hidup masyarakat yang merata dan berkeadilan,” pungkasnya.

Dengan terselenggaranya Musrenbang Tematik ini, Pemkab Kukar menunjukkan komitmennya dalam mengarusutamakan keberpihakan terhadap kelompok rentan dan pelestarian nilai-nilai budaya dalam setiap proses pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *