Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Kukar

Selamatkan Lahan Kritis Bekas Tambang, Pemprov Kaltim Ajak Masyarakat Berperan Aktif

×

Selamatkan Lahan Kritis Bekas Tambang, Pemprov Kaltim Ajak Masyarakat Berperan Aktif

Sebarkan artikel ini
Penjabat Gubernur Kaltim, Dr. Akmal Malik
Penjabat Gubernur Kaltim, Dr. Akmal Malik

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) semakin serius menjaga kelestarian lingkungan. Hal tersebut dibuktikan dengan baru-baru ini, Pemprov Kaltim mengadakan kegiatan penanaman bibit pohon endemik Kalimantan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim dengan tujuan untuk mencegah penyebaran lahan kritis akibat tambang batu bara yang tidak lagi beroperasi.

Penjabat Gubernur Kaltim, Dr. Akmal Malik memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi masalah lahan kritis yang muncul setelah kegiatan tambang selesai.

“Alhamdulillah, saya bersyukur melihat masyarakat peduli terhadap lahan kritis yang ditinggalkan tambang batu bara..,”ujar Akmal. Ia pun menambahkan jika kegiatan ini bisa menjadi langkah penting untuk mengatasi masalah lahan kritis pasca pertambangan di Benua Etam, Kalimantan Timur.

Menurut Akmal, gerakan seperti ini perlu didukung oleh regulasi agar berjalan terus-menerus. Pasalnya, saat ini Kaltim sendiri telah memiliki kurang lebih 450 sekolah menengah, mulai dari jenjang SMA maupun SMK.

Karena itu, Pemprov Kaltim berencana membuat aturan yang mewajibkan siswa SMA dan SMK ikut menanam serta merawat bibit pohon sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan. Jika setiap sekolah di Kaltim melibatkan 1.000 siswa, maka akan ada sekitar 450 ribu pohon yang ditanam. Ini akan menjadi gerakan besar dalam pelestarian lingkungan.

Akmal juga mengajak masyarakat yang memiliki lahan kritis untuk bekerja sama dalam gerakan ini. “Di mana harus dilakukan adalah mari mengikutsertakan masyarakat yang punya lahan tersebut. Kita ajak perusahaan tersebut menanam kembali,” ujarnya.

Akmal menambahkan jika selain menanam pohon, lahan bekas tambang juga bisa dimanfaatkan untuk peternakan, perkebunan, atau pertanian, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Bahkan, sambung Akmal jika gerakan ini diharapkan dapat melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi kepemudaan dan aktivis lingkungan untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan Kaltim.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *