Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Kukar

Dampak Asap Rokok Dan BABS Terhadap Kasus Stunting Di Kutai Kartanegara

×

Dampak Asap Rokok Dan BABS Terhadap Kasus Stunting Di Kutai Kartanegara

Sebarkan artikel ini
Sunggono saat rakor Audit Stunting 2 yang digelar di Aula Rapat Daksa Artha Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah BPKD Kukar di Tenggarong
Sunggono saat rakor Audit Stunting 2 yang digelar di Aula Rapat Daksa Artha Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah BPKD Kukar di Tenggarong

TENGGARONG – Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Kutai (TP2K) Kukar Sunggono menyampaikan hampir semua kasus dari catatan hasil evaluasi monitoring kasus stunting di Kutai Kartanegara (Kukar) mempunyai risiko pemaparan asap rokok.

Perubahan juga belum nampak usai dilakukan intervensi selama 3 bulan.

Dampak pencemaran lingkungan akibat dari perilaku buang air besar sembarangan juga perlu diwaspadai. Kepemilikan jamban sehat saat ini masih menjadi impian terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan pesisir /laut.

Hal itu disampaikan Sunggono saat rakor Audit Stunting 2 yang digelar di Aula Rapat Daksa Artha Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah BPKD Kukar di Tenggarong, Selasa ( 29/10/2024).

Penyelenggara rakor ini yakni Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP2KB Kukar. Di rakor ini juga ikut dihadiri oleh Forkopimda Kukar, Forkopimda Kecamatan, Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Kukar, Tim Teknis Audit Kasus Stunting beserta Tim Pakar, para Pimpinan Puskesmas, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan desa, Para Kades/lurah, Organisasi kemasyarakatan, serta Pihak Perusahaan TJSP Se – Kukar.

Kata Sunggono, definisi dari Audit Kasus Stunting yaitu pengumpulan serta evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan juga melaporkan derajat kesesuaian antara informasi tersebut dengan kriteria yang sudah ditentukan

Mengadakan indentifikasi risiko beserta penyebab risiko pada kelompok sasaran yanh berbasis surveilans rutin maupun sumber data lainnya.

Selain itu juga menemukan atau mengetahui risiko potensial penyebab langsung ( asupan tidak adekuat, penyakit infeksi ) atau penyebab tak langsung munculnya stunting pada calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta maupun balita.

Penyebab risiko pada Audit Kasus Stunting berupa identifikasi faktor penyebab langsung stunting di tingkat individu pada calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas baduta atau balita.

Ada 4 langkah dan output dari audit kasus Stunting berikut ini :

  • identifikasi risiko serta penyebab risiko terhadap kelompok sasaran surveilans rutin atau sumber data lainnya dengan membentuk Tim Audit Kasus Stunting
  • pelaksanaan audit serta manajeman pendampingan
  • desiminasi Audit Kasus Stunting
  • adanya evaluasi rencana tindak lanjut (RTL) Audit Kasus Stunting.

Mengkonsumsi makanan yang memiliki menu gizi seimbang belum dipahami sebagai kebutuhan Rencana tindak lanjut Audit Kasus Stunting- Calon Pengantin. Demi mewujudkan lingkungan dan keluarga yang sehat tentunya perlu mengatur pola makan, rutin berolahraga, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menghindari bahaya negatif dari paparan asap rokok.

Rekomendasi dari Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Kutai TP2K berupa edukasi perilaku hidup bersih dan sehat termasuk terkait dengan bahaya rokok, memberikan makanan tambahan berbasis lokal, pemberian konseling, pemberian makanan tambahan kepada bayi dan anak.

Agar bisa mencari penyebab dari permasalahan gizi akan dirujuk ke fasilitas kesehatan. Rujukan ini dilakukan agar bisa dievaluasi secara menyeluruh.

Ada juga pendampingan kepada orang tua supaya memberikan stimulasi perkembangan anak sesuai usia anak. Monitoring berat badan pada setiap minggunya serta memantau panjang badan anak sesuai bulan juga perlu dilakukan.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sangat berharap dukungan semua pihak angka stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat turun secara signifikan secara berkesinambungan, yang pada akhirnya akan mampu mewujudkan zero stunting dan zero new stunting,” papar Sunggono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *