Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

Desa Muara Wis Wakili Kaltim Dalam Lomba Desa Berkinerja Baik Atas Keberhasilan Tangani Stunting

×

Desa Muara Wis Wakili Kaltim Dalam Lomba Desa Berkinerja Baik Atas Keberhasilan Tangani Stunting

Sebarkan artikel ini

Kutai Kartanegara, 22 Agustus 2025 — Komitmen kuat Pemerintah Desa Muara Wis dalam menanggulangi permasalahan stunting membuahkan hasil membanggakan. Desa yang terletak di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini berhasil meraih predikat desa berkinerja baik dalam penanganan stunting tahun 2025, dan akan mewakili Kalimantan Timur pada ajang penilaian nasional.

Penilaian dilakukan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, melalui kunjungan langsung ke Desa Muara Wis pada 21 Agustus 2025. Sebelumnya, desa ini telah melewati tahapan seleksi administrasi dan wawancara daring pada bulan Juli, hingga akhirnya masuk dalam lima besar regional tengah.

Salah satu faktor utama keberhasilan ini adalah pelaksanaan program inovatif bertajuk “Si Cekatan” (Kolaborasi Cegah dan Atasi Stunting). Program ini dirancang untuk mencegah dan menangani stunting secara kolaboratif, dengan pendekatan menyeluruh seperti edukasi pola asuh, intervensi gizi untuk anak dan ibu hamil, serta pelibatan berbagai pihak termasuk pemerintah kabupaten, dunia usaha, dan mitra pembangunan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Desa Muara Wis dalam menurunkan angka stunting. Menurutnya, desa tersebut telah mengintegrasikan program penanganan stunting secara serius ke dalam perencanaan pembangunan desa. “Salah satu kekuatan Desa Muara Wis adalah konsistensinya mengalokasikan anggaran khusus melalui APBDes. Ini langkah strategis yang layak ditiru oleh desa-desa lain,” ujarnya, Kamis (22/8/2025).

Sejak tahun 2024, Muara Wis telah ditetapkan sebagai lokasi percontohan penanganan stunting serentak di Kukar. Intervensi dimulai sejak masa kehamilan dengan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dari keluarga berisiko. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mencegah lahirnya bayi stunting. Selain itu, balita yang terindikasi mengalami stunting juga mendapatkan pendampingan intensif melalui kader posyandu.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Desa Muara Wis secara rutin mengalokasikan anggaran untuk berbagai aspek, termasuk penyediaan sarana-prasarana posyandu, pelatihan sumber daya manusia, dukungan operasional kader, hingga kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Dua balita yang sebelumnya dinyatakan stunting kini telah pulih setelah mendapat penanganan gizi yang tepat, sementara beberapa lainnya masih dalam pengawasan.

Kunjungan lapangan tim penilai mencakup verifikasi dokumen, observasi program, serta sesi tanya jawab bersama Forum Komunikasi Pimpinan Masyarakat (FKPM) Desa dan seluruh unsur pelaksana di lapangan. Tim dari Kemendes PDTT yang hadir antara lain Ayu, Kabul, Nadya, dan Nofyan. Mereka didampingi perwakilan dari DPMD Provinsi Kalimantan Timur, TPPS Provinsi, DPMD Kukar, Disdikbud Kukar, Bappeda Kukar, DP2KB Kukar, Dinkes Kukar, serta unsur kecamatan dan desa.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Muara Wis, Fadhli Annur, Kepala Desa Muara Wis Kasmir, perangkat desa, PKK, FKPM, kader posyandu, lembaga desa, serta tokoh masyarakat setempat. Setelah seluruh tahapan verifikasi selesai, hasil penilaian akan diumumkan secara resmi pada awal September 2025 dalam acara penganugerahan yang rencananya akan diselenggarakan di Istana Negara dan dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *