Example 728x250
Kutai Kartanegara

Dinas Pariwisata Kukar Luncurkan Pojok Kreasi Rakyat untuk Dorong Ekonomi Kreatif

×

Dinas Pariwisata Kukar Luncurkan Pojok Kreasi Rakyat untuk Dorong Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini

Tenggarong – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) resmi meluncurkan program Pojok Kreasi Rakyat (POKIR) sebagai wadah ekspresi bagi pelaku seni lokal. Program ini bertujuan mengintegrasikan seni dan budaya dengan pelayanan publik, sekaligus menciptakan pengalaman unik bagi masyarakat. Peluncuran POKIR berlangsung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kutai Kartanegara, kompleks Kantor Bupati Kukar, kawasan timbau, tenggarong.

Mewujudkan Ekosistem Seni hingga ke Kecamatan

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kukar, Zikri Umulda, mengungkapkan bahwa POKIR hadir sebagai jawaban atas minimnya ruang bagi seniman daerah, khususnya di kecamatan-kecamatan.

“Kami sering menerima keluhan mengenai terbatasnya kegiatan seni di luar Tenggarong. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk menjangkau lebih banyak pelaku seni hingga ke tingkat kecamatan,” ujar Zikri.

Sebagai proyek percontohan, POKIR akan dimulai di tiga kecamatan sebelum diperluas ke daerah lainnya.

Kolaborasi Lintas Instansi untuk Kelancaran Program

Zikri menekankan bahwa keberhasilan POKIR bergantung pada sinergi antara berbagai instansi. Dinas Koperasi dan UKM akan menyediakan fasilitas seperti tenda dan panggung, sementara Dinas Pariwisata bertanggung jawab atas pengelolaan pertunjukan seni. Sementara itu, kecamatan hanya perlu menyediakan lokasi untuk pelaksanaan kegiatan.

“Kami mengadopsi konsep mingguan, mirip dengan kegiatan di Simpang Odah Etam (SOE) Tenggarong. Namun, POKIR berfokus pada pemberdayaan pelaku seni lokal agar dampaknya lebih nyata, khususnya dalam pelestarian seni tradisional,” jelasnya.

Dukungan Seniman dan Harapan Pelestarian Budaya

Peluncuran POKIR turut dimeriahkan dengan pertunjukan musik tradisional sape, alat musik khas suku Dayak. Salah satu peserta, Kak Cuno dari Yayasan Benaong, mengapresiasi inisiatif ini dan berharap program serupa dapat berkelanjutan.

“Program ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pelestarian seni tradisional. Kami berharap masyarakat semakin peduli dan turut serta dalam menjaga kekayaan budaya Kukar,” tuturnya.

Dengan hadirnya POKIR, diharapkan ekosistem seni dan budaya di Kukar semakin berkembang, memberikan ruang bagi seniman lokal, serta menjadi daya tarik wisata berbasis seni dan budaya yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *