Example 728x250
AdvertorialDiskominfo KukarKutai Kartanegara

Sekda Kukar Resmikan Gerakan Pangan Murah 2025 untuk Stabilitas Ekonomi dan Inflasi

×

Sekda Kukar Resmikan Gerakan Pangan Murah 2025 untuk Stabilitas Ekonomi dan Inflasi

Sebarkan artikel ini

Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang bulan suci Ramadhan. Sebagai salah satu langkah strategis Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, secara resmi membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) 2025 yang diselenggarakan di Parkiran Masjid Agung Sultan A.M. Sulaiman, Tenggarong, pada Selasa, 11 Maret 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kukar, Ahyani Fadianur Diani, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar, serta berbagai pihak terkait, termasuk Perum Bulog Kanwil Kaltim & Kaltara, OPD Kukar, Camat Tenggarong Sukono, PT. Rajawali Nusindo, pelaku usaha nonpangan Hiswana Migas, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kukar, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kukar, para petani, peternak, pembudidaya ikan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pelaku UMKM pangan.

 

Upaya Pengendalian Inflasi dan Kesejahteraan Masyarakat

Dalam sambutannya, Sekda Kukar Sunggono menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat pengendalian inflasi yang digelar pada 27 Februari 2025 menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idulfitri 1446 H/2025 M.

“Saya berharap Gerakan Pangan Murah (GPM) ini dapat menjadi katalis dalam menggerakkan potensi perekonomian masyarakat, sehingga kesejahteraan dan daya saing masyarakat semakin meningkat,” ujar Sunggono.

Ia menjelaskan bahwa GPM bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan keterjangkauan harga pangan strategis, memperkuat daya beli masyarakat, serta membantu menjaga inflasi daerah tetap terkendali, khususnya pada sektor pangan.

Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan

GPM 2025 menjadi salah satu langkah konkret dalam menghadapi dinamika harga pangan, terutama menjelang momentum keagamaan yang kerap memicu kenaikan harga. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus berupaya membangun sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan GPM ini mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang, tidak hanya sebagai solusi jangka pendek dalam pengendalian inflasi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat di berbagai sektor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *