Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

Inovasi Telur Omega Antar Desa Loa Duri Ilir Raih Juara 3 Nasional

×

Inovasi Telur Omega Antar Desa Loa Duri Ilir Raih Juara 3 Nasional

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG, 7 Agustus 2025 — Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Juara 3 Lomba Ketahanan Pangan Nasional berkat inovasi pengembangan ayam petelur omega.

Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fahri Arsyad, menjelaskan bahwa ide tersebut muncul dari keinginan untuk menghadirkan program ketahanan pangan yang berbeda dan memiliki nilai tambah.

“Hampir semua desa menggunakan dana desa untuk beternak ayam petelur. Kami ingin tampil beda, lalu menghadirkan inovasi ayam petelur omega,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).

Budi Daya Ayam Petelur Omega dan Produksi Pakan Mandiri

Melalui program ini, desa tidak hanya memproduksi telur bernutrisi tinggi, tetapi juga mengembangkan pakan ternak secara mandiri dengan memanfaatkan hasil pertanian lokal. Sekitar 40 persen kebutuhan pakan diproduksi di desa, dengan jagung sebagai bahan utama.

Fahri mengungkapkan, pemerintah desa menggandeng para petani lokal melalui pemberian bibit dan pupuk, kemudian membeli hasil panen mereka. Bahkan, limbah batang jagung dimanfaatkan menjadi silase untuk pakan ternak kambing, sehingga dua program ketahanan pangan dapat berjalan berdampingan.

“Sekarang telur omega dari Loa Duri Ilir sudah dipasarkan di Big Mall dan beberapa supermarket di Samarinda, dan seluruhnya dipasok langsung dari desa,” tambahnya.

Dikelola BUMDes dan Berdampak Sosial

Program unggulan ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bekerja sama dengan masyarakat. Warga pemilik ayam dapat membeli pakan dari BUMDes, sedangkan proses pemasaran didukung penuh oleh pemerintah desa. Tak hanya itu, keluarga kurang mampu juga mendapatkan bantuan berupa ayam dan kandang sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan gizi.

Saat ini, terdapat 1.500 ekor ayam petelur aktif produksi, dan desa tengah menanti tambahan 1.000 ekor ayam dari bantuan Pemerintah Kabupaten Kukar. Dengan demikian, jumlah total ayam akan mencapai 2.500 ekor, dengan pendapatan kotor mingguan berkisar antara Rp15 juta hingga Rp19 juta.

Sementara itu, program peternakan kambing yang memanfaatkan limbah jagung masih dalam tahap awal, namun telah menunjukkan hasil dengan beberapa kambing sudah bunting dan melahirkan.

Apresiasi dari DPMD Kukar

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Desa Loa Duri Ilir.

“Ini merupakan prestasi luar biasa yang bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. Inovasi, sinergi, dan pemberdayaan masyarakat adalah kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan desa,” ungkapnya.

Dengan pencapaian ini, Desa Loa Duri Ilir semakin menunjukkan perannya sebagai pelopor inovasi ketahanan pangan di Kukar, dan terus berkomitmen untuk memperluas manfaat program demi kesejahteraan masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *