Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

Cokelat Lung Anai Harumkan Nama Kukar di Ajang Produk Unggulan Desa

×

Cokelat Lung Anai Harumkan Nama Kukar di Ajang Produk Unggulan Desa

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG, 8 Agustus 2025 – Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Desa Lung Anai, Kecamatan Loa Kulu, berhasil masuk dalam enam besar Penilaian Produk Unggulan Desa (Prudes) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Timur.

Keberhasilan ini sekaligus mengantarkan Desa Lung Anai sebagai perwakilan Kalimantan Timur dalam Lomba Produk Unggulan Desa tingkat nasional tahun 2026.

Produk olahan cokelat khas Desa Lung Anai menjadi daya tarik utama yang mencuri perhatian tim penilai. Inovasi ini merupakan hasil kerja keras masyarakat setempat, yang mendapatkan dukungan teknis serta pendampingan intensif dari pemerintah daerah dan mitra perusahaan.

“Tahun ini kami mengirim tiga desa untuk mengikuti seleksi, yaitu Desa Lung Anai dengan produk cokelat, Desa Badak Ulu dengan manisan bombon buah nipah, serta Desa Sebuntal di Kecamatan Marangkayu dengan produk keripik dan dodol pisang. Dari hasil seleksi dan wawancara, Lung Anai berhasil meraih peringkat pertama bersama sejumlah desa dari kabupaten lainnya,” jelas Ahmad Irji, Penggerak Swadaya Masyarakat Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar.

Keunggulan produk cokelat Lung Anai terletak pada proses produksinya yang terstandar dan higienis. Rumah Produksi Cokelat Lung Anai telah dilengkapi fasilitas lengkap, seperti green house untuk pengeringan biji kakao, area pencincangan, pemilahan, hingga mesin peleburan. Desain green house pun dibuat sedemikian rupa agar biji kakao terhindar dari debu dan jamur yang dapat memengaruhi kualitas rasa.

“Saya sendiri sempat masuk ke dalam green house. Suhunya panas seperti sauna, tetapi justru inilah kunci menjaga kualitas cokelat,” tambah Ahmad.

Perkebunan kakao di Desa Lung Anai terus berkembang pesat berkat dukungan dari PT Multi Harapan Utama (MHU) yang menyediakan lahan seluas 400 hektare. Selain itu, para petani juga memperoleh pendampingan dari para ahli kakao asal Palu dan Yogyakarta yang membimbing mulai dari teknik budidaya, proses pengolahan, hingga pengemasan produk.

Meski minat pasar terhadap cokelat Lung Anai cukup tinggi, kapasitas produksi masih menjadi kendala. Saat ini, rumah produksi hanya memiliki satu unit mesin pengupas kulit ari biji kakao dan satu mesin peleburan, sehingga belum mampu memenuhi permintaan ekspor yang ditawarkan melalui PT MHU.

“Ini menjadi catatan penting ke depan. Diperlukan dukungan tambahan berupa modal atau peralatan agar kapasitas produksi dapat ditingkatkan,” ujar Ahmad.

Keistimewaan cokelat Lung Anai juga terletak pada kondisi geografis dan tanahnya. Di tanah yang minim kandungan kalsium seperti di Lung Anai, pohon kakao justru tumbuh subur dan menghasilkan biji dengan cita rasa yang khas. Tanaman kakao pun tergolong langka di wilayah Kalimantan Timur, menjadikan produk ini semakin unik dan bernilai tinggi.

Dengan semangat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan mitra swasta, Desa Lung Anai optimistis mampu bersaing di tingkat nasional.

“Desa ini adalah satu-satunya di Kalimantan Timur yang memiliki produk unggulan berupa cokelat. Kami percaya inovasi ini akan mengharumkan nama Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur dalam ajang nasional,” pungkas Ahmad. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *