Example 728x250
DPMD Kukar

Kompak Bangun Lembaga, Kunci Sukses Pembangunan dari RT hingga PKK

×

Kompak Bangun Lembaga, Kunci Sukses Pembangunan dari RT hingga PKK

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG, 11 Mei 2025 – Pemerintah Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada kepemimpinan kepala desa, tetapi juga pada kekompakan dan sinergi antar lembaga desa.

Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, menuturkan bahwa kolaborasi antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Rukun Tetangga (RT), serta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) sangat krusial untuk memastikan seluruh program pembangunan berjalan secara efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Pemerintahan desa tidak bisa berjalan sendiri. Semua elemen harus terlibat, berkoordinasi, dan saling mendukung agar pembangunan benar-benar berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Sarmin, belum lama ini.

Menurutnya, BPD memiliki peran strategis sebagai mitra kritis kepala desa, khususnya dalam hal pengawasan kebijakan dan pengelolaan anggaran. Sementara itu, RT dinilai sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat karena berinteraksi langsung dengan warga serta menyampaikan aspirasi secara real-time.

“Kami selalu melibatkan RT sejak tahap perencanaan karena mereka paling memahami kondisi dan kebutuhan warga di lapangan,” tambahnya.

Di sisi lain, peran aktif TP-PKK juga terus dioptimalkan dalam rangka pemberdayaan perempuan dan peningkatan ketahanan keluarga. Bagi Sarmin, keberadaan PKK merupakan fondasi sosial yang memperkuat tatanan kehidupan desa yang sehat, harmonis, dan produktif.

Meski diakui bahwa dinamika dan perbedaan pendapat kerap muncul dalam pelaksanaan program, Pemerintah Desa Ponoragan tetap mengedepankan musyawarah sebagai jalan penyelesaian.

“Perbedaan itu wajar. Yang penting semua merasa dilibatkan dan tidak ada yang merasa tersisih. Kunci kami adalah komunikasi terbuka dan rasa saling percaya,” jelasnya.

Sebagai upaya penguatan kelembagaan, Desa Ponoragan juga aktif mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, mulai dari tata kelola pemerintahan desa, penyusunan peraturan, hingga strategi pembangunan partisipatif.

Sarmin pun optimistis, dengan penguatan kapasitas dan soliditas antar lembaga, Desa Ponoragan akan mampu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

“Kami percaya, jika semua lembaga menjalankan fungsinya secara profesional dan kompak, maka pembangunan desa akan berjalan lebih terarah, efektif, dan harmonis,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *