Example 728x250
DPMD Kukar

Bank Sampah Asri Bangkit, Bukit Biru Gerakkan Ekonomi Warga dan Jaga Lingkungan

×

Bank Sampah Asri Bangkit, Bukit Biru Gerakkan Ekonomi Warga dan Jaga Lingkungan

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG – Kelurahan Bukit Biru kembali menghidupkan semangat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui reaktivasi Bank Sampah Asri, yang sebelumnya sempat menjadi percontohan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Langkah ini diprakarsai oleh Lurah Bukit Biru, Seri Herlinawati, yang menggandeng kelompok tani, organisasi perempuan, hingga komunitas lokal untuk menjadikan program ini sebagai penggerak ekonomi sekaligus solusi lingkungan.

“Dulu Bukit Biru dikenal karena bank sampahnya yang aktif dan memberi dampak nyata. Kini kami ingin menghidupkan kembali program itu agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ujar Seri, Senin (19/5/2025).

Sempat vakum akibat perpindahan pengurus lama, Bank Sampah Asri kini mulai aktif kembali dengan sistem pengumpulan sampah dari rumah ke rumah. Pengumpulan dilakukan sekali dalam sepekan sebagai strategi efisiensi biaya operasional, khususnya untuk menghemat bahan bakar kendaraan.

“Kami atur jadwal mingguan agar lebih hemat, tapi tetap menjangkau seluruh warga. Ini bukan hanya soal pengelolaan sampah, tapi juga bagian dari pemberdayaan ekonomi keluarga,” jelas Seri.

Sampah yang dikumpulkan dipilah menjadi tiga kategori utama: organik, kering, dan basah. Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan kemudian diolah menjadi pupuk kompos oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang telah mendapatkan pelatihan khusus.

“KWT dan PPL di wilayah kami sudah terbiasa dengan teknik pengomposan. Produk hasil olahan ini digunakan langsung oleh para petani lokal,” tambahnya.

Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta sejumlah komunitas masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini diyakini akan memperkuat keberlanjutan program.

“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya agenda pemerintah kelurahan, tapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegas Seri.

Dengan dihidupkannya kembali Bank Sampah Asri, Pemerintah Kelurahan Bukit Biru berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata pembangunan dari bawah yang berkelanjutan.

“Sampah bukan lagi musuh. Jika dikelola dengan benar, justru bisa menjadi sumber daya yang membawa manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *