Example 728x250
DPMD Kukar

“DPMD Kukar Pastikan Semua Desa Capai Status Berkembang”

×

“DPMD Kukar Pastikan Semua Desa Capai Status Berkembang”

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat pencapaian penting dalam pembangunan desa. Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa seluruh desa di wilayah Kukar telah bebas dari status tertinggal dan kini berstatus sebagai desa berkembang.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa tidak ada lagi desa di Kukar yang menyandang status “tertinggal.” Sebaliknya, seluruh desa telah naik peringkat ke status “berkembang”.

“Status desa tertinggal sudah tidak ada lagi. Semua desa kini berada pada tingkat berkembang. Harapan kami ke depan, desa-desa ini dapat meningkat menjadi desa maju dan mandiri,” ujar Arianto dalam keterangannya, Selasa (20/5/2025).

Namun demikian, Arianto menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir dari perjuangan. Justru menjadi awal bagi tantangan berikutnya: mendorong desa-desa berkembang agar dapat naik tingkat menjadi desa maju bahkan desa mandiri. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa bukan hanya bergantung pada kebijakan dan bantuan pemerintah kabupaten, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh semangat, kepemimpinan, dan inisiatif dari pemerintah desa itu sendiri.

“Pemerintah kabupaten tetap memberikan pembinaan, pendampingan, dan dukungan anggaran. Tapi kalau desa tidak punya kemauan untuk maju, maka akan sulit untuk berkembang. Kuncinya ada di komitmen dan kerja keras aparat desa,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, DPMD Kukar secara aktif melakukan pendampingan Pendampingan ini dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari bimbingan perencanaan pembangunan, pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa, hingga monitoring langsung ke lapangan. Bahkan, Arianto menyebutkan bahwa dirinya pernah tinggal selama satu pekan di salah satu desa terpencil di Kecamatan Tabang demi melakukan pembinaan secara intensif.

“Saya turun langsung dan bermukim selama seminggu di Tabang. Tujuannya bukan hanya untuk memberi arahan, tetapi juga mendengar langsung tantangan yang dihadapi di lapangan dan memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi lokal. Namun pada akhirnya, keberhasilan tetap bergantung pada semangat dan kemauan dari pemdes,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dukungan seperti dana desa, bantuan keuangan khusus, serta program-program pemberdayaan masyarakat terus digulirkan. Namun semua itu akan menjadi tidak maksimal jika tidak ada partisipasi aktif dari masyarakat desa dan aparat pemerintah desa.

Ia berharap kolaborasi yang erat antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa dapat terus diperkuat, sehingga seluruh wilayah Kukar dapat secara bertahap mencapai status desa mandiri yang berkelanjutan. “Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Kukar dapat menjadi contoh sukses pembangunan desa di Kalimantan Timur,” pungkas Arianto. (Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *