Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

Desa Loa Ulung Perkuat Peran Posyandu sebagai Garda Terdepan Pencegahan Stunting

×

Desa Loa Ulung Perkuat Peran Posyandu sebagai Garda Terdepan Pencegahan Stunting

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG, 29 Juli 2025 — Pemerintah Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa. Langkah ini diwujudkan melalui pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin dan edukasi gizi kepada para orang tua.

Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, menyampaikan bahwa kegiatan Posyandu di desanya masih berjalan aktif setiap bulan. Para kader secara konsisten melakukan pemantauan terhadap kondisi balita, khususnya yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi.

“Alhamdulillah, Posyandu tetap aktif setiap bulan. Kader-kader kami bekerja dengan baik. Harapannya, tahun ini dan tahun depan tidak ada lagi kasus stunting di Loa Ulung,” ujar Hermi.

Pada tahun 2024, tercatat terdapat dua kasus stunting. Namun, hingga pertengahan tahun 2025, belum ditemukan kasus baru. Meski demikian, masih ada beberapa anak yang teridentifikasi dalam kondisi rawan stunting dan kini mendapat pengawasan intensif dari para kader.

“Anak-anak yang berisiko kami pantau secara ketat. Karena jika sudah masuk kategori stunting, penanganannya lebih kompleks—membutuhkan waktu, biaya, serta pendampingan berkelanjutan,” jelasnya.

Pemerintah desa juga melibatkan ketua Rukun Tetangga (RT) dan seluruh kader Posyandu untuk memastikan seluruh balita hadir dalam kegiatan rutin Posyandu. Para kader diberi tanggung jawab untuk mendeteksi secara dini keterlambatan pertumbuhan, memberikan edukasi gizi, dan menyalurkan bantuan pangan bila diperlukan.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa hidup sehat tidak harus mahal. Gizi seimbang bisa diperoleh dari makanan sederhana, asalkan komposisinya tepat dan cara pengolahannya higienis,” ungkap Hermi.

Namun demikian, tantangan lain yang dihadapi adalah masih adanya anggapan di kalangan orang tua bahwa keterbatasan ekonomi menjadi alasan utama tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak.

“Itu yang terus kami luruskan. Makanan dengan harga terjangkau pun bisa kaya gizi jika diolah dengan baik,” lanjutnya.

Karena itu, Posyandu di Loa Ulung juga difungsikan sebagai pusat edukasi keluarga, bukan sekadar tempat pelayanan kesehatan. Para kader secara rutin memberikan penyuluhan mengenai pola makan sehat, kebersihan pangan, serta pengasuhan yang mendukung pertumbuhan anak secara optimal.

“Kami ingin semua anak di Loa Ulung tumbuh sehat dan cerdas. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan dan kesadaran seluruh lapisan masyarakat,” tutup Hermi.(Adv)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *