Example 728x250
Diarpus KukarKutai Kartanegara

Diarpus Kukar Tingkatkan Upaya Pelestarian Naskah Kuno Melalui Sosialisasi dan Edukasi

×

Diarpus Kukar Tingkatkan Upaya Pelestarian Naskah Kuno Melalui Sosialisasi dan Edukasi

Sebarkan artikel ini

Tenggarong – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Diarpus) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi pelestarian naskah kuno di Aula Perpustakaan Kukar, kawasan Taman Pintar Tenggarong, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Naskah Kuno sebagai Warisan Budaya dan Sumber Pengetahuan” ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan naskah kuno sebagai bagian dari warisan budaya. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah koleksi bersejarah dipamerkan, mulai dari foto dokumentasi, surat kabar lama, buku, hingga berbagai naskah kuno yang ditata di area pameran.

Kepala Diarpus Kukar, Ridha Darmawan, mengatakan bahwa upaya pelestarian naskah kuno sebenarnya telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menurutnya, proses pelestarian masih menghadapi berbagai tantangan sehingga hasilnya belum maksimal.

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi adalah proses identifikasi dan pendokumentasian naskah yang belum dilakukan secara menyeluruh. Selama ini, ketika mendapatkan informasi mengenai keberadaan naskah kuno milik masyarakat, petugas biasanya langsung melakukan peninjauan ke lokasi.

Padahal, kata Ridha, setiap naskah perlu didata secara rinci, mulai dari judul, jenis tulisan, bahan yang digunakan, kondisi fisik, hingga informasi pendukung lainnya. Riwayat kepemilikan naskah juga menjadi bagian penting yang harus dicatat untuk menjaga keaslian dan nilai historisnya.

“Informasi mengenai pemilik pertama, proses perpindahan kepemilikan, hingga pihak yang saat ini menyimpan naskah perlu didokumentasikan dengan baik. Data-data tersebut sangat penting untuk mendukung pelestarian naskah secara komprehensif,” ujarnya.

Selain persoalan pendataan, Diarpus Kukar juga menghadapi tantangan dalam mengkaji isi naskah yang telah ditemukan. Sebagian besar naskah kuno menggunakan aksara Arab Melayu yang memerlukan kemampuan khusus untuk dibaca dan dipahami.

Menurut Ridha, saat ini pihaknya belum memiliki Tenaga Ahli  yang memiliki keahlian khusus dalam membaca maupun menerjemahkan tulisan Arab Melayu tersebut.

Ia menilai, langkah yang perlu dilakukan adalah mengalihaksarakan naskah dari tulisan Arab Melayu ke huruf Latin sebelum diterjemahkan ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat. Dengan demikian, nilai sejarah, budaya, dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya dapat diakses oleh kalangan yang lebih luas.

“Melalui proses tersebut, isi naskah kuno dapat dipelajari dan dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan bagi masyarakat maupun generasi muda,” katanya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Diarpus Kukar membuka peluang kerja sama dengan akademisi, peneliti, serta lembaga yang memiliki kompetensi di bidang kajian naskah kuno dan penerjemahan. Namun, pelaksanaan program tersebut juga memerlukan dukungan pendanaan agar dapat berjalan secara optimal.

Diarpus Kukar berharap upaya pelestarian naskah kuno dapat terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak. Dengan demikian, warisan budaya yang tersimpan dalam naskah-naskah tersebut dapat tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *