Example 728x250
DPMD Kukar

Digital dan Transparan, Aplikasi Si Pacar Kuda Permudah Pengelolaan Keuangan Desa di Kukar

×

Digital dan Transparan, Aplikasi Si Pacar Kuda Permudah Pengelolaan Keuangan Desa di Kukar

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam melakukan digitalisasi tata kelola keuangan desa terus menunjukkan hasil positif. Salah satu terobosan yang kini memasuki tahun ketiga implementasinya adalah aplikasi Si Pacar Kuda (Sistem Pencairan Keuangan Desa), yang dikembangkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar sejak tahun 2023.

Aplikasi ini menjadi bagian penting dari upaya reformasi birokrasi dan efisiensi pelayanan publik, khususnya dalam pencairan dan pengelolaan dana desa. Dengan sistem yang sepenuhnya berbasis daring dan non-tunai, Si Pacar Kuda dinilai berhasil menghapus praktik manual dan mempercepat proses administrasi, sekaligus memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas keuangan di tingkat desa.

“Sekarang, seluruh proses pencairan dana desa dilakukan secara daring melalui aplikasi Si Pacar Kuda. Tidak ada lagi interaksi langsung dengan uang tunai karena semua sudah berbasis non tunai,” ungkap Kepala DPMD Kukar, Arianto, Kamis (9/5/2025).

Aplikasi ini dinilai membawa dampak positif bagi pemerintah desa, kecamatan, hingga Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Proses tagihan dan pembayaran dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan aman. Tak hanya mempercepat alur birokrasi, sistem ini juga menjadi bagian dari penguatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan publik.

Guna memastikan kelancaran sistem, DPMD Kukar juga menjalin kerja sama dengan Bank Kaltimtara dalam hal integrasi perbankan. Sejak akhir 2022, seluruh transaksi keuangan desa di Kukar telah menggunakan sistem pembayaran non tunai sebagai bentuk komitmen terhadap reformasi tata kelola pemerintahan desa.

Transformasi ini juga sejalan dengan misi besar Pemkab Kukar dalam mewujudkan Kukar Idaman (Inovatif, Daya Saing, Mandiri) melalui reformasi pelayanan publik dan peningkatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi. Keberhasilan implementasi ini tak lepas dari komitmen DPMD dalam melakukan pelatihan, pembinaan, dan pendampingan teknis secara berkelanjutan kepada aparatur desa.

“Kami bersyukur karena desa-desa di Kukar dapat beradaptasi dengan cepat. Ini juga berkat pelatihan dan pembinaan yang kami lakukan secara berkelanjutan,” tambah Arianto.

Langkah ini menjadi bukti bahwa transformasi digital di tingkat desa bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi efektivitas pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *