Example 728x250
DPMD Kukar

DPMD Kukar Fokus Pengembangan SDM Lewat Pelatihan Internal

×

DPMD Kukar Fokus Pengembangan SDM Lewat Pelatihan Internal

Sebarkan artikel ini

Tenggarong – Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas layanan dan profesionalisme aparatur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada Rabu (21/5/2025). Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang pegawai yang berasal dari empat bidang teknis serta sekretariat, dengan fokus pada pengembangan keterampilan nonteknis atau soft skill.

Pelatihan tersebut mencakup materi-materi penting seperti komunikasi efektif, manajemen waktu, kepemimpinan, kolaborasi tim, serta pengembangan sikap kerja yang positif. Hal ini dilakukan sebagai upaya membentuk SDM yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga unggul dalam aspek perilaku dan etika kerja.

Sekretaris DPMD Kukar, Yusran, menyebut bahwa soft skill menjadi kebutuhan mendesak di era kerja modern, terutama dalam birokrasi yang semakin dituntut responsif dan melayani masyarakat dengan optimal.

“Dalam organisasi, SDM adalah penggerak utama. Pelayanan publik tidak hanya bergantung pada prosedur, tetapi juga bagaimana pegawai melayani dengan empati, cepat tanggap, dan mampu bekerja sama. Di situlah peran soft skill menjadi penting,” terang Yusran.

Ia mengungkapkan, pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dinas dalam menciptakan budaya kerja yang inovatif dan produktif. Para peserta dipilih dari berbagai unit agar terjadi pemerataan kompetensi dan penyebaran nilai-nilai positif pascapelatihan.

“Diharapkan para peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mengimplementasikan dan membagikannya ke rekan-rekan di bidang masing-masing,” tambahnya.

Meski DPMD Kukar telah menunjukkan kinerja yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir, Yusran menilai peningkatan kapasitas SDM tidak boleh berhenti. Ia juga mengakui bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi kendala, sehingga belum semua pegawai dapat mengikuti pelatihan.

“Namun kami tetap memaksimalkan sumber daya yang ada untuk kegiatan yang berdampak besar. Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi yang akan memperkuat kualitas organisasi di masa depan,” tegasnya.

Ia menutup dengan harapan agar kegiatan ini menjadi titik awal penguatan budaya kerja yang lebih profesional, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan perubahan positif melalui pengembangan SDM,” pungkas Yusran. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *