Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

DPMD Kukar Raih Juara II Inovasi Daerah Lewat Program Citra Mandiri Desa

×

DPMD Kukar Raih Juara II Inovasi Daerah Lewat Program Citra Mandiri Desa

Sebarkan artikel ini

Tenggarong, 24 September 2025 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat kabupaten. Pada ajang Pekan Inovasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Kukar 2025 yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar, Selasa (23/9/2025), DPMD berhasil meraih Juara II kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, kepada para pemenang yang terdiri dari perangkat daerah, instansi, desa, kelurahan, hingga sektor kesehatan. Pada kategori OPD, DPMD menempati posisi kedua setelah Dinas Kesehatan Kukar yang meraih juara pertama.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa capaian ini diraih berkat inovasi unggulan bertajuk Citra Mandiri Desa atau Cipta Kemitraan BUMDesa Menuju Kemandirian Desa. Program tersebut dirancang untuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) agar tidak hanya menjadi unit usaha kecil, tetapi juga naik kelas, mandiri, dan mampu menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.

“Melalui Citra Mandiri Desa, BUMDesa dapat memperluas kegiatan usaha sekaligus membuka peluang kerja sama dengan perusahaan tambang, perkebunan, maupun lembaga perbankan. Pola ini menyesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa sehingga pengelolaannya lebih tepat sasaran,” ungkap Arianto.

Program ini tidak hanya mendorong kemandirian desa secara ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Dengan adanya kemitraan strategis, BUMDesa diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi lokal.

Selain menyabet Juara II kategori OPD, inovasi Citra Mandiri Desa juga mendapat sejumlah penghargaan tambahan. Program ini dinobatkan sebagai Inovasi Unggulan, dan penghargaan khusus Inovator diberikan langsung kepada Kepala DPMD Kukar.

Tak hanya itu, program Citra Mandiri Desa juga telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai bentuk pengakuan atas orisinalitas gagasan yang telah dirintis sejak tahun 2004.

“Alhamdulillah, inovasi ini sudah berjalan lebih dari 20 tahun dan terus kami kembangkan. Kami berkomitmen agar BUMDesa semakin kuat sebagai mitra strategis perusahaan dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa, sekaligus mengoptimalkan potensi lokal desa,” tambah Arianto.

Program Citra Mandiri Desa dinilai sejalan dengan visi besar Pemkab Kukar yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan berkembangnya BUMDesa, desa diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dana transfer pemerintah, melainkan mampu tumbuh mandiri dan menopang kesejahteraan masyarakat.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, dalam sambutannya menyatakan bahwa inovasi-inovasi seperti Citra Mandiri Desa menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya, inovasi ini memperlihatkan bagaimana desa dapat menjadi subjek pembangunan, bukan hanya objek penerima program.

“Desa harus tumbuh menjadi pusat kemandirian ekonomi. Kehadiran inovasi Citra Mandiri Desa ini sangat mendukung visi kita untuk mewujudkan Kutai Kartanegara yang sejahtera, tangguh, dan mandiri,” tegasnya.

Dengan capaian prestasi ini, DPMD Kukar diharapkan terus melakukan pembinaan dan penguatan kapasitas bagi pengelola BUMDesa. Peningkatan kualitas manajemen, transparansi keuangan, serta perluasan jejaring kerja sama menjadi kunci agar BUMDesa semakin berdaya saing.

Program Citra Mandiri Desa diharapkan dapat menjadi role model bagi desa-desa lain di Kukar, bahkan di tingkat provinsi maupun nasional. Dengan begitu, desa-desa di Kukar tidak hanya menjadi penerima pembangunan, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu menciptakan kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakatnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *