Example 728x250
Kutai Kartanegara

Erau Adat Kutai 2026 Jadi Momentum Merawat Tradisi, Bupati Aulia Tekankan Nilai Leluhur

×

Erau Adat Kutai 2026 Jadi Momentum Merawat Tradisi, Bupati Aulia Tekankan Nilai Leluhur

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG – Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen dalam menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan zaman. Lebih dari sekadar perayaan budaya, Erau menyimpan nilai-nilai kehidupan yang terus diwariskan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar).

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan bahwa tradisi Erau memiliki makna penting bagi identitas masyarakat. Nilai penghormatan terhadap leluhur, kebersamaan, serta keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta menjadi bagian dari warisan yang perlu terus dijaga.

Menurut Aulia, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui penyelenggaraan festival semata. Diperlukan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, agar nilai-nilai adat tetap dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kebudayaan Kutai Kartanegara tidak hanya memiliki daya tarik lokal, tetapi juga menjadi barometer kebudayaan nasional yang mampu memikat mata dunia,” tegas Aulia, Minggu (20/9/2026).

Ia menjelaskan, setiap rangkaian dalam Erau memiliki keterkaitan dengan sejarah dan kehidupan masyarakat Kutai. Karena itu, kemeriahan festival hendaknya berjalan seiring dengan pemahaman terhadap makna adat yang terkandung di dalamnya.

Aulia berharap pelaksanaan Erau dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan daerah sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk melestarikannya.

“Semoga seluruh rangkaian Erau dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kecintaan kita terhadap adat dan budaya Kutai,” ujarnya.

Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 resmi dibuka di Stadion Rondong Demang, Tenggarong. Prosesi pembukaan ditandai dengan pembacaan titah dan pemukulan gong oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyalaan Api Brong serta tari massal bertajuk “Penjaga Tahta di Tepian Mahakam”.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Erau juga masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN), yang membuka kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kutai Kartanegara kepada masyarakat dari berbagai daerah.

Meski demikian, perluasan promosi budaya tersebut diharapkan tetap berpijak pada nilai-nilai adat yang menjadi dasar pelaksanaan Erau. Dengan begitu, festival ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga ruang pembelajaran budaya bagi masyarakat dan generasi penerus.

Melalui Erau, warisan leluhur diharapkan terus hidup, dikenal, dan dihargai sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat Kutai Kartanegara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *