Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Kukar

Festival Seni dan Budaya PDKT Resmi Ditutup, Sanggar Tari Dan Pelaku Seni Dapat Pertahankan Budaya Dan Seni Adat Dayak

×

Festival Seni dan Budaya PDKT Resmi Ditutup, Sanggar Tari Dan Pelaku Seni Dapat Pertahankan Budaya Dan Seni Adat Dayak

Sebarkan artikel ini
Festival Seni dan Budaya Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT), yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 16 November 2024
Festival Seni dan Budaya Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT), yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 16 November 2024

Tenggarong – Festival Seni dan Budaya Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT), yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 16 November 2024, berakhir dengan penutupan yang dilakukan oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Sugiarto.

Penutupan ini ditandai dengan pemukulan Gimar bersama dengan Ketua PDKT Kabupaten Kukar Hj Maria Ester, Sekretaris Dispora Safliansyah, beserta Sekretaris Kesbangpol Sutrisno. Kegiatan penutupan berlokasi di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong, Sabtu (16/11/24).

Plt Kepala Dinas Pariwisata Sugiarto menyatakan melalui Festival seni dan budaya PDKT, kebudayaan dan seni Dayak diharapkan bisa terus dilestarikan serta dapat menjadi ajang pembelajaran bagi generasi muda tentang budaya dan seni Dayak.

“Harta berharga adat budaya seni yang dimiliki suku Dayak adalah aset yang perlu dilestarikan dan dijaga, terutama karena kita sangat dekat dengan IKN. Oleh karena itu, budaya dan seni ini harus terus dikembangkan, dan jika memungkinkan, jadikan tempat ini sebagai tujuan bagi para wisatawan,” katanya.

Di kesempatan ini, Hj Maria Ester menyampaikan ucapkan terima kasih kepada semua peserta yang berpartisipasi di festival budaya dan seni PDKT tahun 2024. Harapannya di lokasi berbeda, acara serupa dapat diselenggarakan kembali tahun depan.

“Terima kasih atas dukungan dari Dinas Pariwisata dan Dispora Kukar, semoga tahun depan kita dapat kembali menyelenggarakan acara dan terus mendapatkan dukungan,” ucapnya.

Ia juga berharap melalui kegiatan yang telah diadakan ini, semua sanggar tari maupun pelaku seni bisa mempertahankan budaya dan seni adat Dayak agar dapat dikenal oleh generasi muda serta tak terlupakan oleh waktu.

Di acara ini juga diadakan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba memasak khas dari bahan ketan dan Ubi, lomba olahraga tradisional, lomba tari, serta pemberian penghargaan untuk tamu terbaik berpakaian adat Dayak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *