Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

Hampir 10 Tahun Beroperasi, BUMDes Kahala Ilir Stabil Dukung PAD Desa

×

Hampir 10 Tahun Beroperasi, BUMDes Kahala Ilir Stabil Dukung PAD Desa

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG, 27 Juli 2025 — Meski bermula dari modal terbatas, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kahala Ilir, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan eksistensi dan kontribusinya dalam menopang ekonomi desa. Hampir satu dekade beroperasi, lembaga ini telah menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp11 juta dan berupaya memperluas unit usahanya secara berkelanjutan.

Kepala Desa Kahala Ilir, Mahlan, menjelaskan bahwa BUMDes yang berdiri sejak tahun 2015 tersebut berkembang secara bertahap dari nol. Kendati tidak langsung bergerak secara masif, BUMDes kini menjadi salah satu tumpuan ekonomi desa.

“BUMDes kami sudah berjalan hampir sembilan sampai sepuluh tahun. Sekarang telah menyumbang PAD sebesar Rp11 juta. Itu semua dimulai dari modal yang sangat kecil,” ujar Mahlan.

Saat ini, BUMDes Kahala Ilir mengelola dua unit usaha utama, yaitu distribusi elpiji (LPG) dan jasa pengangkutan hasil panen sawit milik warga. Selain itu, BUMDes juga menyediakan layanan pengangkutan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dengan memanfaatkan armada lokal milik warga desa.

“Distribusi LPG dan pengangkutan sawit adalah kegiatan inti kami. Untuk CPO, kami juga melayani pengangkutan melalui armada yang tersedia di desa,” jelasnya.

Di tengah kehadiran Koperasi Merah Putih yang juga mulai aktif di desa, Mahlan memastikan tidak terjadi tumpang tindih peran antara koperasi dan BUMDes. Menurutnya, koordinasi kelembagaan telah dilakukan secara jelas dan terarah.

“Kami sudah atur pembagian peran dan alokasi anggaran. Tidak akan terjadi tumpang tindih, karena semuanya telah disepakati sebelumnya,” tegasnya.

Ia juga menekankan perbedaan mendasar antara BUMDes dan koperasi dari sisi orientasi dan fungsi kelembagaan. BUMDes, menurut Mahlan, dirancang untuk memberikan kontribusi langsung kepada keuangan desa, sedangkan koperasi bertujuan melayani kepentingan ekonomi para anggotanya.

“BUMDes menyumbang langsung ke PAD desa. Sementara koperasi adalah milik anggota, sehingga tidak bisa mendapatkan suntikan modal dari desa karena tidak ada kontribusi balik untuk PAD,” jelasnya.

Meski demikian, Mahlan tetap membuka ruang kolaborasi antara dua lembaga tersebut. Menurutnya, koperasi tetap berperan penting sebagai mitra strategis dalam memperkuat ekonomi warga.

“BUMDes berorientasi pada kepentingan desa, koperasi berorientasi pada kepentingan anggota. Peran keduanya harus jelas dan tidak boleh dicampuradukkan. Tapi kami tetap mendukung agar koperasi tumbuh secara mandiri,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *