Example 728x250
DPMD Kukar

Kukar Bebas Desa Tertinggal, DPMD Dorong Kemajuan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

×

Kukar Bebas Desa Tertinggal, DPMD Dorong Kemajuan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil mencatatkan prestasi penting dalam pembangunan desa. Seluruh desa di Kukar kini bebas dari status tertinggal, berkat pendekatan pembangunan yang menekankan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan bahwa peningkatan status desa tidak dapat dicapai secara sepihak. Diperlukan sinergi antara berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha, dan elemen masyarakat untuk memenuhi indikator-indikator yang ditetapkan dalam indeks desa membangun (IDM).

“Pembangunan desa yang berkelanjutan harus menyentuh berbagai dimensi kehidupan masyarakat. Mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur dasar seperti jalan dan irigasi, ketahanan pangan yang terjamin, pengelolaan data statistik yang akurat, hingga perbaikan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Semua hal tersebut menjadi tolok ukur penting dalam menentukan status dan kemajuan sebuah desa,” jelas Arianto saat ditemui, Kamis (8/5/2025).

Berdasarkan data terbaru, dari total 193 desa yang tersebar di wilayah Kukar, sebanyak 87 desa telah berstatus mandiri, menandakan tingkat kemandirian yang tinggi dalam pengelolaan sumber daya dan pembangunan. Sedangkan 82 desa tergolong maju, menunjukkan capaian yang signifikan dalam hal pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat. Sisanya, 24 desa berada pada kategori berkembang, masih dalam tahap peningkatan kapasitas dan penguatan aspek pembangunan.

Arianto menegaskan, bebasnya Kukar dari desa tertinggal bukan semata-mata keberhasilan administratif, melainkan mencerminkan peningkatan nyata kualitas hidup masyarakat desa, baik dari aspek ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.

“Kami ingin agar peningkatan status desa tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga berdampak langsung terhadap kemudahan layanan dasar dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa DPMD Kukar akan terus memperkuat dan mengembangkan program-program pemberdayaan masyarakat desa dengan mendorong partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga komunitas lokal.

Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berorientasi pada hasil, DPMD Kukar optimistis seluruh desa di Kukar dapat berkembang secara berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh praktik pembangunan desa yang efektif di Kalimantan Timur.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *