Example 728x250
DPMD Kukar

Listrik 24 Jam di Desa Terpencil Kukar Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

×

Listrik 24 Jam di Desa Terpencil Kukar Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

Sebarkan artikel ini

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mengupayakan pemerataan akses listrik sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat desa. Melalui program unggulan Terang Kampungku, Pemkab menargetkan seluruh wilayah, termasuk desa terpencil, dapat menikmati layanan listrik selama 24 jam.

Program ini menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021–2026, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa melalui infrastruktur dasar. Sejak diluncurkan pada 2023, Terang Kampungku telah menjangkau 17 desa, dan pada 2025 program ini kembali diperkuat dengan menyasar dua desa strategis yang selama ini belum tersentuh jaringan PLN, yakni Desa Liang Buaya dan Desa Tunjungan.

“Desa-desa ini letaknya cukup jauh dari pusat desa dan sulit dijangkau jaringan utama PLN. Maka, kami membangun sistem listrik komunal berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, Jumat (2/5/2025).

Sebelumnya, warga desa hanya mengandalkan generator (genset) dengan waktu operasional terbatas. Dengan kehadiran PLTS, masyarakat kini berkesempatan menikmati aliran listrik secara penuh selama 24 jam. Hal ini diyakini akan mendorong aktivitas ekonomi lokal, mendukung pendidikan, serta meningkatkan layanan publik di desa.

“Listrik bukan hanya penerangan. Ia menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup, dari anak-anak yang bisa belajar lebih lama hingga usaha mikro yang mampu berkembang,” jelas Arianto.

Program ini juga mencakup pendataan wilayah tanpa listrik, sinergi dengan PLN, serta edukasi masyarakat tentang penggunaan energi secara efisien dan berkelanjutan. Target penyelesaian pembangunan PLTS di Liang Buaya dan Tunjungan dijadwalkan pada Juli hingga Agustus 2024.

Warga menyambut positif kehadiran listrik yang berkelanjutan ini. Bagi mereka, listrik telah menjadi kebutuhan utama yang menyentuh berbagai aspek kehidupan.

“Ini bagian dari komitmen Pemkab Kukar untuk memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, memperoleh akses terhadap layanan dasar. Keadilan pembangunan harus dirasakan hingga pelosok desa,” tegas Arianto.

Melalui Terang Kampungku, Pemkab Kukar tidak hanya ingin menerangi rumah-rumah warga, tetapi juga membuka jalan menuju kemajuan ekonomi dan kesejahteraan desa secara inklusif dan berkelanjutan. (Adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *