Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

Pemdes Rapak Lambur Salurkan BLT Dana Desa 2025 untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas

×

Pemdes Rapak Lambur Salurkan BLT Dana Desa 2025 untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini

Tenggarong,13 Oktober 2025 – Pemerintah Desa (Pemdes) Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025.

Penyaluran bantuan yang dilaksanakan belum lama ini difokuskan bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, sebagai bentuk perhatian pemerintah desa terhadap warga yang tergolong rentan secara ekonomi dan sosial.

Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa pelaksanaan BLT Dana Desa tahun ini tetap mengacu pada ketentuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Namun, terdapat penyesuaian pada besaran alokasi anggaran sesuai dengan kebijakan terbaru pemerintah pusat.

“Penyaluran BLT tahun ini tetap mengikuti regulasi Kemendes. Hanya saja, porsinya mengalami penyesuaian dibanding tahun sebelumnya. Bila pada 2024 porsi BLT mencapai sekitar 40 persen dari total Dana Desa, maka tahun ini berkurang menjadi sekitar 20 persen lebih,” ujar Yusuf, Senin (13/10/2025).

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara program perlindungan sosial dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, agar Dana Desa dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dijelaskan Yusuf, jumlah penerima manfaat BLT Dana Desa tahun 2025 juga mengalami perubahan. Jika pada tahun sebelumnya terdapat lebih dari 100 penerima, maka tahun ini jumlahnya sekitar 60 orang yang terdiri dari lansia dan penyandang disabilitas. Mereka dipilih berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi dari pemerintah desa bersama RT serta tim relawan desa.

“Walaupun jumlahnya menurun, kami memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar warga yang membutuhkan. Sebagian besar di antara mereka sudah tidak produktif lagi, sehingga membutuhkan dukungan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” terangnya.

Lebih lanjut, Yusuf menuturkan bahwa meskipun nilai bantuan yang diberikan tidak besar, namun keberadaannya memberikan dampak yang signifikan, terutama dalam membantu pemenuhan kebutuhan pokok seperti bahan pangan, obat-obatan, dan perlengkapan rumah tangga sederhana.

“Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban hidup para lansia dan penyandang disabilitas. Pemerintah desa ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam hal kesejahteraan,” tambahnya.

Selain menyalurkan BLT, Pemerintah Desa Rapak Lambur juga berupaya mengoptimalkan Dana Desa untuk program pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pertanian, peternakan, dan ketahanan pangan lokal. Program ini menjadi salah satu strategi desa dalam memperkuat ekonomi produktif masyarakat sekaligus mendorong kemandirian desa.

Kegiatan pemberdayaan tersebut, antara lain melalui pelatihan kelompok tani, pengembangan lahan pertanian terpadu, serta pemberian bantuan bibit dan pupuk kepada warga yang aktif di sektor pertanian dan peternakan. Upaya ini dilakukan agar kesejahteraan masyarakat meningkat tidak hanya dari sisi bantuan sosial, tetapi juga dari kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan.

“Program ini bukan hanya soal bantuan tunai, tetapi juga wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial kami agar seluruh warga dapat merasakan manfaat pembangunan desa,” pungkas Yusuf.

Melalui pelaksanaan BLT dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, Pemdes Rapak Lambur berkomitmen terus mendukung visi Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mewujudkan masyarakat desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera secara berkelanjutan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *