Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Kukar

Program Bidang Keagamaan, Pemkab Kukar Bina Umat Di Aspek Mental Dan Spuritual

×

Program Bidang Keagamaan, Pemkab Kukar Bina Umat Di Aspek Mental Dan Spuritual

Sebarkan artikel ini
Pjs Bupati Kukar Bambang Arwanto di Pura Payogan Agung Kutai, Kelurahan Loa Ipuh Tenggarong
Pjs Bupati Kukar Bambang Arwanto di Pura Payogan Agung Kutai, Kelurahan Loa Ipuh Tenggarong

Tenggarong – Bambang Arwanto selaku Penjabat sementara (Pjs) Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) hadir dalam Upacara Karya Ngenteg linggih Mepedudusan Agung Medasar Antuk Taur Wrespati Kalpa Agung, Purnamaning Sasih Kalima.

Lokasi upacara berada di Pura Payogan Agung Kutai, Kelurahan Loa Ipuh Tenggarong, Sabtu (16/11/24) pagi.

Penandatanganan prasasti Pura Payogan Agung Kutai juga ada di acara tersebut.

Pemprov Kaltim, Forkopimda Kukar, Kepala Kantor Kemenag Kukar, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kukar, Pimpinan PHDI Kaltim dan Kukar, Pimpinan Umat Hindu dan Tokoh Agama Hindu, Camat Tenggarong, Ketua FKUB dan Jajarannya, beserta Tokoh Lintas Agama dan Tokoh Masyarakat juga hadir dalam acara ini.

Pada sambutannya, Bambang menyebutkan peran Tokoh Agama sangat signifikan untuk membawa umat dalam mengimplementasikan nilai-nilai ajaran agamanya. Semua agama telah mengajarkan hidup damai bersama sesama.

Pemerintah Kukar menyadari tentang pentingnya masyarakat untuk hidup dengan kedamaian maupun kerukunan.

Oleh sebab itu, Pemerintah juga berfokus di Bidang keagamaan. Dengan adanya Program Bidang keagamaan ini, umat dibina pada aspek mental maupun spiritual.

Sehingga keberadaan di Tengah-tengah Masyarakat dapat mengimplementasikan ajaran agamanya serta dapat menghadirkan kedamaian, kerukunan, ketentraman maupun ketertiban.

“Pemerintah Kukar akan terus memberikan perhatiannya pada bidang Keagamaan untuk semua agama. Untuk itulah dalam kesempatan ini kehadiran saya sebagai wujud komitmen Pemerintah memberikan dukungan pada kegiatan-kegiatan keagamaan,” ungkapnya.

Program Revitalisasi serta Pembangunan Rumah Ibadah yang sudah berjalan selama ini menjadi salah satu wujud kepedulian serta komitmen Pemkab Kukar di bidang Keagamaan. Salah satunya yakni kepada umat Hindu, baik Bantuan Hibah Dana untuk Kegiatan atau Bantuan Hibah Revitalisasi Pura yang berada di Tenggarong Seberang.

Dia berpendapat adanya acara ini tentu disebabkan sinergitas umat Hindu untuk menyiapkannya. Sudah dari bulan yang lalu persiapan ini dilakukan. Artinya telah disiapkan dengan baik yakni melalui betulungan (bergotongroyong).

Kegiatan-kegiatan keagamaan tak hanya membahas tentang ritual keagamaan saja, namun mempunyai dimensi sosial, dimana dapat dibangun relasi antar umat yang sangatlah baik. Sehingga umat bisa hidup dengan relasi yang indah serta penuh dengan kedamaian maupun kerukunan.

Dirinya menuturkan masyarakat Kukar sangat plural, baik dari segi agama, suku, Bahasa maupun aspek lainnya. Kondisi Masyarakat yang plural ini tentu tak dapat dihindari timbulnya perbedaan-perbedaan di segala aspek.

Perbedaan ini harus dapat dikelola dengan baik untuk jadi kekuatan yang kuat dalam melaksanakan pembangunan.

Pemerintah mengapresiasi Pengurus Pura dan Tokoh Agama Hindu beserta Stakeholder lainnya yang sudah melaksanakan perannya yang begitu signifikan pada pembinaan mental maupun spiritual.

Kondusifitas, keamanan, ketertiban serta kedamaian yang sudah terpelihara selama ini tentu adanya peran para Tokoh Agama maupun Masyarakat. Oleh karena itu, kondisi tersebut yang harus terjaga serta dapat terpelihara dengan baik.

Secara khusus, Kukar akan menghadapi Pilkada yang digelar di tanggal 27 November 2024,m. Umat Hindu diharapkan memakai hak pilihnya dengan baik serta sama-sama menjaga kondusifitas, ketertiban maupun keamanan.

Bambang juga menyampaikan ucapan terimakasih terhadap komitmen Umat Hindu untuk memberi dukungan terhadap program-program Pemerintah serta bersinergi bersama untuk melaksanakan pembangunan di Kukar.

Upacara Karya Ngenteg Linggih Pedudusan Agung Madasar Antuk Taur Wrespati Kalpa Agung, memiliki tujuan yakni menjaga keseimbangan serta keharmonisan antara manusia, alam, beserta Tuhan berdasar pada ajaran Tri Hita Karana di agama Hindu.

Tujuan upacara ini juga untuk pengukuhan kembali kedudukan atau linggih Niyasa tempat suci menjadi pemujaan Tuhan yang dipercayai Umat Hindu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *