Example 728x250
News-Center

Puluhan Orang Tertimbun Longsor di Petungkriyono, Pekalongan: Kafe dan Rumah Warga Jadi Tempat Berteduh

×

Puluhan Orang Tertimbun Longsor di Petungkriyono, Pekalongan: Kafe dan Rumah Warga Jadi Tempat Berteduh

Sebarkan artikel ini

Pekalongan, 23 Januari 2025 – Longsor yang terjadi di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, menimbun puluhan orang yang tengah berteduh di Kafe Allo dan rumah Sekretaris Desa (Sekdes) Kasimpar. Kejadian tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kafe Allo yang dikenal sebagai tempat bersantai, saat itu tengah ramai pengunjung. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak suasana kafe dipenuhi pengunjung yang berbincang di tengah hujan deras disertai petir.

“Sejak sore hujan deras turun terus-menerus. Banyak warga yang memilih berteduh di kafe karena akses jalan sudah tertutup longsor,” ujar seorang saksi mata, Rizky, saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (23/1/2025).

Menurutnya, terdapat sekitar 25 hingga 30 orang yang berada di dalam kafe saat kejadian, terdiri atas pengunjung yang menghadiri acara keluarga serta warga sekitar yang menunggu hujan reda.

Selain Kafe Allo, rumah Sekdes Kasimpar juga menjadi lokasi berteduh bagi warga. Di rumah tersebut, diperkirakan terdapat sekitar 20 orang yang ikut terdampak longsor.

“Di rumah Pak Carik (Sekdes), banyak warga yang berlindung. Ada dua rumah di lokasi, yaitu rumah pendeta dan rumah Pak Carik. Rumah pendeta kebetulan kosong, sedangkan di rumah Pak Carik ada banyak orang,” tambah Rizky.

Relawan SAR dan Banser setempat, Daryono, menjelaskan bahwa lokasi Kafe Allo dan rumah Sekdes berjarak sekitar 500 meter. Namun, meski jarak kafe dari tebing cukup jauh, longsor membawa material berupa batuan besar yang menghantam area tersebut.

“Posisi kafe memang lebih dekat ke tebing dibanding rumah Pak Sekdes. Longsoran berupa batu besar langsung menghantam bagian kafe,” ujar Daryono.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung. Tim gabungan dari BPBD, SAR, dan relawan setempat dikerahkan untuk mencari korban yang tertimbun longsor. Cuaca yang masih tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi upaya penyelamatan.

Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar lereng bukit dan daerah rawan longsor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *