Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

Dari Dapur ke Pasar : Perempuan Desa Batuah Bangkit Lewat Usaha Kreatif

×

Dari Dapur ke Pasar : Perempuan Desa Batuah Bangkit Lewat Usaha Kreatif

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG, 5 Juni 2025  — Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menunjukkan komitmen nyata dalam pemberdayaan ekonomi perempuan melalui berbagai kegiatan kreatif yang digagas oleh ibu-ibu Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).

Dipimpin oleh Evi Wardana, TP PKK Desa Batuah berfokus pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Dengan semangat kebersamaan, mereka membangun sinergi dengan pemerintah desa dan sektor swasta guna membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan.

“Kami ingin perempuan di desa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam kegiatan ekonomi. UP2K hadir sebagai jembatan menuju kemandirian usaha,” ujar Evi.

Saat ini, Desa Batuah telah memiliki pusat UMKM desa yang menjadi etalase utama berbagai produk olahan lokal hasil karya ibu-ibu PKK. Melalui wadah tersebut, TP PKK berhasil menjalin kemitraan dengan pelaku usaha, termasuk perusahaan swasta yang rutin melakukan pemesanan bulanan.

Meskipun sebagian besar proses koordinasi dilakukan secara daring, Evi menyebut hal tersebut tidak menjadi kendala. Justru, ruang digital dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai pengemasan, tampilan produk, hingga strategi peningkatan produksi.

“Kami memanfaatkan platform digital untuk berdiskusi soal kemasan, branding, dan perencanaan produksi. Jadi meskipun tidak selalu bertemu langsung, kegiatan tetap berjalan lancar,” jelasnya.

Meski belum menerima bantuan material secara langsung, TP PKK Desa Batuah tetap mendapatkan pendampingan dan motivasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, yang menjadi pemicu semangat bagi para kader untuk terus berinovasi.

“Saat ini bahan baku kami masih didominasi kelapa. Ke depan, kami ingin mengeksplorasi bahan-bahan lokal lainnya agar produk semakin beragam dan bernilai tambah,” tambah Evi.

Ia menegaskan bahwa seluruh produk yang dipasarkan adalah hasil kerja keras ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam TP PKK.

“Semua dibuat sendiri oleh para ibu rumah tangga di desa. Ini bukti nyata bahwa pemberdayaan perempuan bisa dimulai dari rumah,” tegasnya.

Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan TP PKK, baik melalui alokasi Dana Desa (ADD) maupun dana operasional yang dianggarkan dalam APBDes.

“Pemberdayaan masyarakat bukan hanya soal infrastruktur fisik. Perempuan dan pemuda juga harus diberi ruang untuk berkembang. Itu bagian dari prioritas pembangunan kami,” ujar Abdul Rasyid.

Sementara itu, Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengapresiasi semangat kolektif warga Desa Batuah dalam mengembangkan produk lokal berbasis komunitas.

“Apa yang dilakukan TP PKK Desa Batuah layak menjadi contoh bagi desa-desa lain. Kami akan terus mendorong dan membina agar produk-produk lokal ini mampu menembus pasar yang lebih luas,” tutur Arianto.

Dengan kolaborasi yang kuat antara masyarakat, pemerintah desa, dan para mitra usaha, Desa Batuah perlahan menjelma menjadi salah satu contoh sukses pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis komunitas di Kutai Kartanegara. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *