Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

Desa Lamin Pulut Prioritaskan Listrik dan Jalan, Infrastruktur Jadi Kunci Pembangunan

×

Desa Lamin Pulut Prioritaskan Listrik dan Jalan, Infrastruktur Jadi Kunci Pembangunan

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG, 26 Juli 2025  — Pemerintah Desa Lamin Pulut, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memfokuskan pembangunan pada sektor kelistrikan dan infrastruktur jalan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hingga saat ini, kedua sektor vital tersebut masih menjadi tantangan utama dalam kehidupan sehari-hari warga.

Kepala Desa Lamin Pulut, Antonius Wang Ngau, menyampaikan bahwa ketersediaan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih menjadi kebutuhan mendesak yang belum sepenuhnya terpenuhi. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk melalui pengajuan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar Tahun 2025 serta Alokasi Dana Desa (ADD).

“Warga kami masih belum menikmati layanan listrik PLN secara merata. Ini adalah kebutuhan mendasar yang terus kami perjuangkan agar segera terealisasi,” ujar Antonius.

Selain listrik, kondisi jalan desa juga menjadi sorotan. Sebagian besar jalan penghubung antarkampung masih dalam kondisi rusak atau belum tersentuh pembangunan. Meskipun peningkatan jalan sepanjang 700 meter pernah dilakukan pada periode sebelumnya, masih tersisa sekitar 8 kilometer jalan desa yang memerlukan perbaikan menyeluruh.

“Penyemenan jalan sangat penting, bukan hanya untuk kenyamanan warga, tetapi juga untuk mendukung aktivitas ekonomi, terutama dalam mengangkut hasil kebun dan pertanian,” jelasnya.

Antonius juga menekankan pentingnya membuka akses jalan alternatif menuju Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Jalur tersebut dinilai akan memperpendek waktu tempuh sekaligus membuka peluang baru bagi perdagangan lintas daerah.

Di sisi lain, keterbatasan jaringan telekomunikasi masih menjadi persoalan krusial. Beberapa wilayah di desa tersebut belum terjangkau sinyal yang memadai, sehingga menghambat aktivitas pelayanan publik, termasuk kegiatan belajar mengajar dan administrasi pemerintahan.

“Sekolah dan kantor desa masih kesulitan menjalankan aktivitas secara maksimal karena keterbatasan jaringan internet dan listrik,” ungkapnya.

Memasuki tahun ketiga masa jabatannya, Antonius menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur dasar dan konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah desa. Ia berharap adanya sinergi dan dukungan konkret dari pemerintah daerah, PLN, serta kementerian terkait untuk mempercepat realisasi program infrastruktur desa.

“Listrik, jalan, dan jaringan komunikasi adalah fondasi pembangunan desa. Jika ketiganya bisa terpenuhi, maka roda perekonomian masyarakat akan bergerak lebih cepat,” tutupnya. (Adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *