Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

Desa Muara Wis Jadi Contoh Nasional Penanganan Stunting Terpadu

×

Desa Muara Wis Jadi Contoh Nasional Penanganan Stunting Terpadu

Sebarkan artikel ini

Tenggarong, 24 Oktober 2025  — Upaya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam membina serta mendorong desa-desa agar terus berinovasi kembali membuahkan hasil membanggakan.

Salah satu buktinya ditunjukkan oleh Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, yang berhasil meraih peringkat 3 nasional dalam ajang Desa Berkinerja Baik pada Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting 2025 untuk wilayah regional tengah.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Yandri Susanto, kepada Kepala Desa Muara Wis, Kasmir.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari pendampingan intensif yang dilakukan DPMD bersama pemerintah kecamatan dalam memperkuat kapasitas desa menghadapi isu stunting.

Menurutnya, DPMD Kukar secara konsisten mendorong setiap desa agar menghadirkan inovasi berbasis potensi dan karakteristik lokal dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Pemerintah Desa Muara Wis yang mampu menghadirkan inovasi konkret di lapangan. Ini membuktikan bahwa ketika desa diberi ruang dan dukungan yang tepat, mereka mampu menciptakan solusi efektif untuk menekan angka stunting,” ujar Arianto.

Ia menegaskan, keberhasilan Desa Muara Wis menjadi bukti bahwa pembinaan berkelanjutan dan koordinasi lintas sektor yang difasilitasi DPMD dapat menghasilkan capaian signifikan. DPMD Kukar, lanjutnya, akan terus mendorong agar model inovasi serupa diadaptasi oleh desa-desa lain di Kukar.

Sementara itu, Kepala Desa Muara Wis, Kasmir, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan desanya terletak pada pelaksanaan program “Sicekatan” (Kolaborasi Cegah Atasi Stunting dengan Program Konvergensi).

Program ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan puskesmas, posyandu, PKK, serta dunia usaha.

“Kami tidak bekerja sendiri. Semua pihak bergerak bersama. Bahkan pihak swasta turut memberikan dukungan berupa bantuan dana sekitar Rp20 juta untuk memperkuat kegiatan penurunan stunting,” ungkap Kasmir.

Melalui program Sicekatan, angka stunting di Desa Muara Wis berhasil ditekan secara signifikan. Sebelumnya, desa ini termasuk wilayah dengan prevalensi stunting cukup tinggi di Kukar. Namun, kondisi tersebut kini jauh membaik berkat intervensi gizi, pendampingan keluarga, serta pemberdayaan kader posyandu yang dilakukan secara berkesinambungan.

Arianto menambahkan, keberhasilan Desa Muara Wis menjadi dorongan kuat bagi DPMD Kukar untuk memperluas pendampingan inovasi desa di seluruh wilayah.

Setiap desa, kata dia, perlu memiliki inisiatif pembangunan berbasis potensi lokal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kunci keberhasilan pembangunan desa adalah kolaborasi dan komitmen bersama. DPMD siap menjadi penggerak utama agar semakin banyak desa di Kukar yang berprestasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Prestasi Desa Muara Wis menjadi bukti bahwa ketika desa diberdayakan dan dibimbing secara berkelanjutan, hasilnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat. Sinergi antara DPMD Kukar, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi fondasi kuat menuju desa mandiri, sehat, dan bebas stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *