Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Kukar

DP2KB Gelar Rakor Audit Stunting Semester II 2024

×

DP2KB Gelar Rakor Audit Stunting Semester II 2024

Sebarkan artikel ini
Sekda Sunggono buka Rakor Audit Stunting Semester II 2024
Sekda Sunggono buka Rakor Audit Stunting Semester II 2024

TENGGARONG – Sunggono selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara dan juga sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kukar telah membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Disemenisasi Audit Kasus Stunting Semester II Tahun 2024, Selasa (29/10).

Kegiatan yang disenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) ini dilakukan di Ruang Rapat Daksa Artha Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar.

Rakor ini diikuti Forkopimda Kukar, Para Camat, Ketua Tim Penggerak PKK , Pengurus TPPS, OPD pada intervensi spesifik dan sensitif, Kepala Puskesmas, Perwakilan organisasi profesi, tim pakar beserta tim teknis Audit Kasus Stunting AKS Se-Kukar, Perwakilan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP). Kegiatan ini berlangsung secara virtual atau zoom meeting.

Sunggono menyampaikan kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergisme segenap pihak yang terlibat pada upaya pengentasan stunting, terutama lewat tersedianya data yang akurat dan valid.

Sehingga intervensi bisa dilaksanakan secara efektif, efisien dan tepat sasaran. Dengan demikian, upaya konvergensi yang dilaksanakan, bisa mencegah timbulnya lebih banyak permasalahan stunting.

Tahun 2024 menjadi periode terakhir pelaksanaan rencana aksi Nasional percepatan penurunan Stunting. Target secara nasional yakni 14%, yang tentunya memerlukan dukungan dari semua kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kukar.

Oleh sebab itu, penting untuk memastikan upaya penanganan stunting agar dapat tepat sasaran. Dimana faktor utama penentu keberhasilan penanganan stunting berupa data yang merupakan pijakan langkah bersama untuk melakukan intervensi.

Sehingga data yang valid serta akurat menjadi sebuah tuntutan yang mutlak jika kita ingin penanganan stunting dapat berhasil optimal.

Apalagi mengingat bahwa prevalensi stunting di Kukar, yang sesuai dengan hasil SSGI tahun 2022 sebanyak 27,1%, di tahun 2023 turun menjadi 17,5, %.

“Sehingga sepatutnya semakin gencar mengupayakan penurunan stunting, jangan sampai capaian tersebut membuat kia lengah apalagi berhenti, untuk melakukan upaya percepatan penurunan stunting, karena faktor penyebab stunting masih terjadi,” tuturnya.

Dirinya memberikan apresiasi positif tersusunnya Rencana Tindak Lanjut sesuai dengan rekomendasi Tim Teknis dan Pakar atas temuan di lapangan. Sehingga memastikan pelaksanaannya berdasarkan rencana.

Harapannya tindak lanjut yang dilakukan bisa secara signifikan memperbaiki kondisi calon pengantin Catin, Ibu Hamil Bumil, Ibu masih dalam keadaan nifas Bunifas, baduta serta balita bersangkutan supaya bisa terlepas dari status resiko stunting.

Selain itu juga berkontribusi pada pencegahan kemunculan kasus baru di Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagaimana cita-cita untuk mesukseskan zero new stunting, Minimal 14 % berdasarkan STRANAS 2024.

Harapan Sunggono, dukungan serius para Camat, Lurah, Kepala Desa dan juga jajaran yang tergabung di TPPS, berperan penting untuk membersamai, serta memastikan tindak lanjut dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Sehingga dampak yang dihasilkan dapat selaras dengan yang diharapkan bersama. Selanjutnya agar merencanakan strategi intervensi dengan baik, yang tentunya berbasis data serta analisis situasi lewat Rembuk Stunting Desa. Hasil Rembuk Stunting dipastikan dapat menjadi masukan pada penyusunan RKPDes. Selain itu juga akan menjadi salah satu prioritas pembangunan di desa.

Sekda kemudian meminta agar upaya pencegahan dan penanganan stunting di lapisan masyarakat yang lebih luas bisa terus dilakukan, dengan memaksimalkan berbagai program maupun kebijakan yang sudah dicanangkan.

Berjalannya kebijakan satu dengan yang lain, diharapkan bisa mendukung efektivitas serta keberhasilan penanganan stunting. Oleh sebab itu, pentingnya memastikan semua program percepatan penanganan stunting agar bisa terus berjalan secara berkesinambungan usai dicanangkan.

Untuk itu, diminta semua pihak terkait untuk dapat menjaga komitmen. Selain itu juga memastikan program serta strategi yang dicanangkan bersama supaya bisa berjalan secara konsisten, serta angka stunting di Kukar bisa turun secara signifikan dan berkesinambungan, sehingga pada akhirnya akan dapat mewujudkan zero stunting maupun zero new stunting.

Sekretaris DP2KB Hj Mastukah menuturkan tujuan dilakukan kegiatan ini yakni untuk mengetahui penyebab resiko terjadinya stunting terhadap kelompok sasaran. Hal ini sebagai upaya pencegahan serta perbaikan tata laksana kasus yang serupa, melakukan analisis terhadap resiko terjadinya stunting pada baduta atau bayi stunting sebagai upaya pencegahan, penanganan kasus serta perbaikan tata laksana.

Materi yang disampaikan tentang paparan rencana tindak lanjut hasil audit kasus stunting disampaikan oleh Hj Sri Lindawati dari Dinas Kesehatan.

Materi Penguatan Hasil Monitoring dan Evaluasi disampaikan oleh Dr H Sunggono yang juga sebagai Ketua TPPS Kukar.

Materi Dukugan TPPS Kecamatan lewat intervalensi Spesipik serta intervensi sensitif dalam upaya percepatan penurunan stunting disampaikan oleh Kades Anggana.

Selain itu juga penyampaian materi “ dukungan Pemerintah Desa Anggana dalam implementasi serta tindak lanjut hasil rekomendasi audit kasus stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *