Example 728x250
DPMD Kukar

DPMD Kukar Bangun 14 Posyandu Baru untuk Perluas Akses Layanan Kesehatan Desa

×

DPMD Kukar Bangun 14 Posyandu Baru untuk Perluas Akses Layanan Kesehatan Desa

Sebarkan artikel ini

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus memperkuat layanan kesehatan dasar di tingkat desa. Pada tahun anggaran 2025, sebanyak 14 unit Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) direncanakan akan dibangun sebagai bagian dari upaya sistematis memperluas akses layanan kesehatan ibu dan anak, sekaligus menurunkan angka stunting di wilayah pedesaan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, A. Riyandi Elvandar, mengungkapkan bahwa pembangunan Posyandu ini menyasar desa-desa yang masih minim fasilitas layanan kesehatan, khususnya yang berada jauh dari pusat layanan puskesmas.

“Pembangunan ini kami rencanakan sebagai langkah memperkuat layanan dasar, terutama bagi ibu hamil, balita, serta mendukung program imunisasi di tingkat desa,” ujar Riyandi, Kamis (1/5/2025).

Untuk menjamin efektivitas program, DPMD Kukar saat ini tengah melakukan pemetaan wilayah berbasis data demografis dan geografis, termasuk kebutuhan aktual masyarakat. Tahapan ini mencakup penentuan lokasi strategis, perencanaan teknis, serta pengadaan sarana dan prasarana pendukung.

“Pemetaan wilayah sangat penting agar pembangunan Posyandu benar-benar menyasar lokasi yang membutuhkan dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, Pemkab Kukar juga menyiapkan pendekatan berbasis pemberdayaan, dengan menggelar pelatihan intensif bagi para kader Posyandu. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia desa, agar kader mampu menjalankan layanan promotif dan preventif dengan standar pelayanan minimal (SPM) yang ditetapkan pemerintah pusat.

Riyandi menegaskan bahwa kehadiran Posyandu diharapkan dapat menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada ibu dan anak di desa.

Pembangunan 14 Posyandu tahun ini akan didanai melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar, dengan dukungan teknis dan monitoring berkelanjutan dari DPMD serta mitra sektor kesehatan lainnya.

“Harapan kami, melalui pembangunan Posyandu ini, tidak ada lagi kasus stunting di Kukar. Selain itu, pelayanan terhadap ibu hamil dan balita dapat semakin maksimal,” tegasnya.

Pemerintah juga berharap pembangunan Posyandu baru ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan serta memperkuat partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan yang sehat. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *