Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

Gotong Royong Warga Muara Wis Wujudkan Padat Karya Tunai Desa 2025

×

Gotong Royong Warga Muara Wis Wujudkan Padat Karya Tunai Desa 2025

Sebarkan artikel ini

Tenggarong, 4 Oktober 2025 – Semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat kembali tampak di Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), melalui pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Tahun 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (4/10/2025) ini melibatkan masyarakat bersama pemerintah desa dalam aksi pembersihan dan pemeliharaan aliran anak Sungai Keliran. Aksi tersebut bertujuan menjaga kebersihan lingkungan perairan sekaligus memperlancar jalur transportasi air yang menjadi akses utama masyarakat setempat.

Kepala Desa Muara Wis, Kasmir, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Dana Desa Tahun 2025 yang menekankan prinsip pemberdayaan masyarakat melalui kerja bersama.

“Dalam kegiatan pemeliharaan sungai ini, seluruh masyarakat kami libatkan. Tidak ada yang dikesampingkan. Semua RT ikut berpartisipasi, dan warga pun merasa senang karena dapat berkontribusi langsung terhadap lingkungan mereka,” ujar Kasmir.

Ia menuturkan, kegiatan PKTD dilaksanakan di dua titik utama, yakni di aliran anak Sungai Keliran serta jalur pintas atau antasan Sungai Mhamut menuju Dusun Sepayung. Meskipun aliran sungai tidak tertutup, di beberapa titik arus menuju Kumpai dan Loa Janan Ilir kerap terganggu akibat penyempitan.

“Kadang masyarakat harus saling menghindar saat berpapasan di sungai karena lebarnya sudah berkurang. Dengan adanya kegiatan pembersihan ini, akses perahu kini menjadi lebih lancar dan aman,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan warga dari 12 rukun tetangga (RT) terlibat secara bergiliran. Jumlah peserta disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan kondisi di masing-masing titik kerja.

“Anggaran kegiatan sekitar Rp20 juta, diambil dari pos Jalan Desa, bukan dari alokasi Rp50 juta per RT. Dana itu digunakan untuk konsumsi, peralatan, serta kebutuhan operasional selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kasmir menyampaikan bahwa pelaksanaan PKTD tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui sistem kerja harian yang dibayar oleh pemerintah desa.

“Selain menjaga kebersihan sungai, program ini juga membantu perekonomian warga karena mereka memperoleh upah harian dari kegiatan ini. Jadi selain lingkungan bersih, masyarakat pun ikut terbantu,” tambahnya.

Ke depan, Pemerintah Desa Muara Wis berencana melanjutkan program padat karya di titik-titik lain yang membutuhkan penanganan lingkungan serupa. Kasmir berharap kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam pembangunan desa.

“Gotong royong adalah warisan berharga yang harus kita pelihara. Dengan kebersamaan seperti ini, pembangunan desa dapat berjalan lebih cepat, dan hasilnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *