Example 728x250
DPMD Kukar

Pemerataan Energi di Kukar, DPMD Andalkan PLTS SHS untuk Dusun Sulit Dijangkau

×

Pemerataan Energi di Kukar, DPMD Andalkan PLTS SHS untuk Dusun Sulit Dijangkau

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG, 10 Mei 2025 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkomitmen mendorong pemerataan akses energi bagi masyarakat di wilayah terpencil. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan merancang pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Solar Home System (SHS) di dusun-dusun yang belum terjangkau jaringan listrik, khususnya di Dusun Tani Baru, Kecamatan Anggana.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa pada 2024 lalu, Desa Tani Baru telah menerima fasilitas PLTS Komunal. Namun, karena kondisi geografis yang menantang dan pola permukiman yang tersebar, sebagian dusun masih belum memperoleh akses listrik yang memadai.

“Di Dusun Tani Baru, terutama yang berada di kawasan pesisir laut, rumah-rumah warga terpisah cukup jauh. Kondisi ini membuat teknologi PLTS Komunal tidak efektif diterapkan,” jelas Arianto saat ditemui awak media, belum lama ini.

Sebagai solusi, DPMD Kukar mengembangkan penggunaan PLTS SHS dengan kapasitas daya lebih besar, yakni sekitar 1.000 KWh, agar dapat memenuhi kebutuhan energi listrik setiap rumah secara mandiri. Setiap rumah akan dilengkapi dengan panel surya dan baterai penyimpanan energi yang dikelola secara individual.

“Dengan sistem ini, warga dapat mengakses listrik secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan komunal. Ini inovasi yang kami pilih agar tidak terjadi kesenjangan atau kecemburuan sosial di antara warga desa,” ujarnya.

Menurut Arianto, pemerataan akses energi merupakan bagian dari hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Oleh karena itu, solusi PLTS SHS dinilai sebagai langkah tepat untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, mendapatkan hak yang sama atas energi listrik. Ini bukan hanya soal penerangan, tetapi juga tentang kualitas hidup dan keadilan sosial,” tegasnya.

Program ini, kata Arianto, akan terus diperluas ke desa-desa lain yang menghadapi tantangan serupa, sehingga tidak ada lagi wilayah di Kukar yang tertinggal dalam hal akses energi.

“Pemerataan listrik menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan di seluruh pelosok daerah,” pungkasnya.(Adv)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *