Example 728x250
DPMD Kukar

Pemkab Kukar Dorong Pengembangan Potensi Desa Menuju Kemandirian Ekonomi

×

Pemkab Kukar Dorong Pengembangan Potensi Desa Menuju Kemandirian Ekonomi

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG, 23 Mei 2025 Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian desa melalui pengembangan potensi lokal. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pemerintah daerah mendorong setiap desa agar tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu berinovasi dan mengelola sumber daya yang dimiliki secara mandiri dan berkelanjutan.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menegaskan bahwa desa memegang peran strategis sebagai garda terdepan pembangunan daerah. Menurutnya, desa bahkan bisa disebut sebagai miniatur pemerintahan daerah karena kompleksitasnya yang mencerminkan sistem tata kelola pemerintahan dalam lingkup yang lebih terfokus dan langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Jika ingin desa berkembang, maka harus dimulai dari perencanaan yang matang. Banyak potensi yang bisa digali, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, hingga pariwisata dan usaha mikro kecil menengah (UMKM),” ujarnya.

Ia menilai, sebagian besar potensi desa di Kukar masih belum tergarap secara optimal. Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah desa (pemdes) untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap potensi yang ada dan membangun sinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun kelompok masyarakat.

“Langkah kolaboratif seperti ini jauh lebih berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan program jangka pendek. Kami dari pemerintah daerah sudah menyiapkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari dana desa, bantuan keuangan, hingga program pelatihan. Tinggal bagaimana desa bisa memanfaatkannya secara maksimal,” jelas Arianto.

Sejumlah desa di Kukar yang telah mulai mengembangkan potensi lokal pun mendapat apresiasi. Beberapa di antaranya sukses membangun kawasan wisata berbasis desa, mengelola pertanian terpadu, serta mendorong pertumbuhan UMKM yang aktif di pasar lokal dan regional.

“Tanpa dorongan dan inisiatif dari pemdes, desa bisa stagnan. Padahal, fasilitas dan pendampingan sudah tersedia,” tambahnya.

Arianto berharap, melalui pendekatan ini, desa-desa di Kutai Kartanegara dapat tumbuh menjadi wilayah yang mandiri, inovatif, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Tidak hanya meningkatkan sektor ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa secara keseluruhan.

“Pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakatnya diberdayakan dan bisa mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *