Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Kukar

Sekda Kutai Kartanegara Serahkan Smartphone Ke Kader PPKBD Untuk Percepatan Penurunan Stunting

×

Sekda Kutai Kartanegara Serahkan Smartphone Ke Kader PPKBD Untuk Percepatan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, secara simbolis menyerahkan smartphone kepada Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD di seluruh Kukar.
Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, secara simbolis menyerahkan smartphone kepada Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD di seluruh Kukar.

Tenggarong – Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, secara simbolis menyerahkan smartphone kepada Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD di seluruh Kukar.

Penyerahan ini dilakukan pada acara Revitalisasi Institusi Masyarakat Perdesaan/Perkotaan (IMP) untuk meningkatkan capaian Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) serta mempercepat penurunan angka stunting di Kukar, Selasa (5/11/24) tepatnya di Ballroom Hotel HARRIS Samarinda.

Sunggono menyampaikan bahwa Pemkab Kukar memberikan smartphone untuk memudahkan Kader PPKBD dalam membuat laporan tugas di lapangan. Smartphone ini juga dilengkapi aplikasi untuk sistem pelaporan, termasuk data penanganan stunting.

“Gunakan dengan baik untuk pelaporan, jangan dipakai untuk hal yang tidak perlu. Semoga bisa membantu tugas kita, terutama dalam penanganan stunting..,” ujarnya. Selain itu menurutnya, Pemkab Kukar juga mendukung operasional para kader.

Acara ini bertujuan memberikan pemahaman, semangat, dan motivasi baru kepada para Penyuluh dan Kader agar lebih efektif dalam mencapai target Bangga Kencana dan menurunkan angka stunting.

Kebijakan penanganan stunting di Kukar mengikuti kebijakan nasional, seperti pengukuran balita serentak pada Juni lalu. Diketahui, di Kukar sendiri sudah 98,9 persen balita terukur, kecuali di Kecamatan Muara Kaman karena akses sulit akibat tinggal di area perkebunan. Oleh sebab itu, kedepannya Sunggono berharap para Kader dapat berkoordinasi dengan klinik perkebunan untuk memperluas jangkauan.

Dari hasil pengukuran, terdapat empat kelompok balita, salah satunya balita yang memerlukan perhatian khusus karena berpotensi menambah angka stunting. Pemkab Kukar telah memberikan makanan bergizi tambahan dan konsultasi dokter spesialis anak bagi kelompok ini.

“Maka Pemkab Kukar pun telah memberikan perlakukan dengan memberikan makanan bergizi tambahan sejak beberapa bulan lalu,” ungkap Sunggono. Bahkan, menurutnya mereka juga telah diberikan konsultasi dokter spesialis anak.

Sunggono juga menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam mengatasi stunting adalah mengurangi penyebab dasarnya, seperti infeksi akibat kekurangan gizi, paparan asap rokok, dan penyakit lainnya. “Salah satu penyebab stunting adalah asap rokok,” jelasnya.

Sebagai bagian dari inovasi penanganan stunting, Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TP2S) Kukar meluncurkan program RagaPantas pada 2021. Program ini memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, pola asuh yang baik, serta pendampingan bagi calon ibu. Selain itu, dilakukan juga audit kasus stunting.

Dalam sambutannya di acara tersebut, Sunggono ingin semua yang telah disampaikannya dapat dilaksanakan dengan baik. “Untuk itu saya harap hal yang sudah saya sampaikan bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP2KB) beserta jajaran, narasumber dari BKKBN perwakilan Kaltim, perwakilan BAPPEDA Kukar, BRIDA Kukar, tim akademisi, dan seluruh peserta, yaitu Penyuluh KB, Kader PPKBD, dan Sub PPKBD se-Kukar.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *