Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

BUMDes Sumber Sari Bidik Sektor Wisata sebagai Alternatif di Tengah Tantangan Pertanian

×

BUMDes Sumber Sari Bidik Sektor Wisata sebagai Alternatif di Tengah Tantangan Pertanian

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG, 24 Juli 2025 — Setelah bertahun-tahun belum optimal dalam mendukung distribusi hasil pertanian, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini mulai mengalihkan fokus usaha ke sektor pariwisata sebagai alternatif yang lebih prospektif.

Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, mengungkapkan bahwa selama ini BUMDes belum mampu bersaing secara efektif dalam rantai distribusi pertanian. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan petani yang lebih memilih menjual hasil panen langsung ke pasar atau melalui penggilingan padi milik warga yang sudah lama beroperasi dan memiliki jaringan distribusi lebih kuat.

“BUMDes sulit masuk ke sektor pertanian karena petani lebih memilih jalur distribusi langsung. Jika BUMDes membeli kembali dari petani, akan ada selisih harga yang membuat kami tidak kompetitif,” ujar Sutarno.

Meski demikian, BUMDes masih mengambil peran dalam penjualan dalam skala besar, khususnya untuk memenuhi permintaan dari luar desa. Dalam situasi seperti ini, BUMDes mampu memperoleh margin keuntungan yang lebih besar.

“Contohnya, ketika ada pesanan dari desa lain hingga dua ton, itu bisa kami tangani. Pembeli biasanya paham bahwa harga bisa sedikit lebih tinggi, dan dari situ BUMDes memperoleh margin,” jelasnya.

Namun, untuk kebutuhan pasar harian, petani tetap lebih memilih jalur distribusi langsung kepada pembeli lokal atau pasar tradisional. Menyadari keterbatasan tersebut, Pemerintah Desa Sumber Sari bersama BUMDes kini mulai menjajaki peluang di sektor pariwisata sebagai bentuk diversifikasi usaha.

Tahun ini, BUMDes mulai menjalin kerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis potensi alam desa. Salah satu inisiatif utama adalah pembangunan fasilitas glamping (glamorous camping) di kawasan puncak desa yang memiliki panorama alam terbuka.

“Kami mulai merintis kerja sama dengan Pokdarwis tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan sudah mulai terlihat hasilnya,” tutur Sutarno optimistis.

Fasilitas glamping ini diharapkan menjadi tujuan wisata alternatif akhir pekan, khususnya bagi pengunjung dari wilayah sekitar. Dana bantuan desa telah digunakan untuk pembangunan lantai dasar glamping, sementara sistem pengelolaannya akan dilakukan secara bagi hasil antara BUMDes dan Pokdarwis.

“Glamping ini menjanjikan karena tren wisata alam sedang naik. Banyak masyarakat mencari tempat semacam ini. Skemanya bagi hasil—ada untuk Pokdarwis, dan ada untuk BUMDes,” jelasnya.

BUMDes Sumber Sari sendiri telah berdiri sebelum masa kepemimpinan Sutarno dan mulai aktif sejak 2015. Selama ini, unit usaha BUMDes masih tergolong skala kecil. Namun, dengan masuk ke sektor pariwisata, diharapkan BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa secara lebih dinamis dan berkelanjutan. (Adv)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *