Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

Desa Loh Sumber Revitalisasi Wisata Mapan Tama, Bangkitkan Ekonomi Pasca Pandemi

×

Desa Loh Sumber Revitalisasi Wisata Mapan Tama, Bangkitkan Ekonomi Pasca Pandemi

Sebarkan artikel ini

TENGGARONG, 25 Juli 2025 — Pemerintah Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tengah mempersiapkan kebangkitan kawasan wisata Mapan Tama yang sempat terhenti total akibat pandemi COVID-19. Strategi revitalisasi kini disusun untuk mengembalikan peran Mapan Tama sebagai destinasi wisata unggulan yang menjadi kebanggaan masyarakat desa.

Sebelum pandemi, kawasan wisata alam Mapan Tama ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Namun, sejak merebaknya COVID-19, seluruh aktivitas wisata terhenti, dan pemulihan belum sepenuhnya terjadi hingga saat ini.

Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, mengungkapkan bahwa Mapan Tama memiliki nilai historis dan emosional bagi warga. Ia menilai kebangkitan kawasan wisata ini memerlukan kerja sama lintas elemen desa.

“Sebelum pandemi, Mapan Tama menjadi ikon desa kami dan sangat ramai dikunjungi. Namun, setelah COVID-19, kawasan ini nyaris mati suri. Sekarang kami berupaya membangkitkannya kembali,” ujar Sukirno.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Desa Loh Sumber telah membentuk ulang Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai motor penggerak utama kegiatan pariwisata. Selain itu, konsep pengelolaan kawasan tengah dirancang ulang agar lebih relevan dengan tren wisata pasca pandemi dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi masyarakat.

“Kami sedang menyusun konsep wisata baru yang lebih adaptif, tidak hanya fokus pada fasilitas, tetapi juga pada pemberdayaan warga dan pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Upaya revitalisasi dilakukan secara partisipatif, melibatkan masyarakat, tokoh adat, dan kelompok lokal dalam setiap tahap perencanaan. Sukirno menegaskan bahwa pendekatan dari bawah (bottom-up) sangat penting agar arah pengembangan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi riil desa.

“Ini bukan sekadar membangun kembali, tetapi membangun kesadaran bersama. Kami ingin warga terlibat aktif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengelolaan,” tegasnya.

Pemerintah desa berharap Mapan Tama tidak hanya kembali hidup sebagai destinasi wisata, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru, seperti usaha kuliner, kerajinan lokal, dan jasa penunjang lainnya.

“Jika masyarakat kompak dan saling mendukung, kami optimistis Mapan Tama akan bangkit kembali dan memberi dampak nyata bagi perekonomian desa,” tutup Sukirno.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *