Example 728x250
AdvertorialDPMD Kukar

Kelurahan Melayu Tingkatkan Kapasitas RT melalui Pelatihan Sistem Informasi Prodeskel

×

Kelurahan Melayu Tingkatkan Kapasitas RT melalui Pelatihan Sistem Informasi Prodeskel

Sebarkan artikel ini

Samarinda, 13 September 2025 – Pemerintah Kelurahan Melayu, terus berupaya  menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas Rukun Tetangga (RT) sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Salah satunya melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas RT dalam Pemanfaatan Sistem Informasi Prodeskel, yang digelar di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Sabtu (13/9/2025).

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, dan diikuti oleh 91 peserta, terdiri atas 46 Ketua RT, satu Pendamping Lokal Kelurahan (Pendekar), serta sejumlah pendamping desa dan operator sistem informasi kelurahan melayu.

Turut hadir Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Melayu, Muhammad Rony Trianto; Ketua Forum RT, Ridwan; panitia pelaksana, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Aditiya menekankan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat kompetensi teknis pengurus RT, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan administrasi berbasis digital.

“Ini pelatihan kedua untuk pengurus RT. Kami ingin mereka memahami betul bagaimana menggunakan dana Rp50 juta secara efektif, sesuai aturan, dan transparan,” kata Aditiya.

Ia mengingatkan bahwa dana tersebut bukan untuk kepentingan pribadi. Pengelolaannya harus terbuka dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Jangan jadikan dana ini ajang mencari keuntungan. Kelola sesuai aturan agar tak muncul stigma negatif dari warga,” tegasnya.

Aditiya juga menyampaikan arahan dari Camat Tenggarong, Sukono, agar seluruh pengurus RT memperketat pendataan warga. Hal ini meliputi pembaruan data warga kurang mampu, lansia, anak yatim, hingga pendatang yang tinggal di rumah kontrakan.

Data tersebut, menurutnya, penting untuk mendukung kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Dalam forum itu, Lurah Melayu turut menyoroti peran pengurus RT dalam membantu menurunkan angka stunting. Ia menyebut keterlibatan RT sangat penting dalam mendampingi keluarga yang memiliki balita, terutama dalam hal pemantauan gizi dan kesehatan.

“RT adalah garda terdepan. Kami berharap stunting bisa ditekan hingga nol kasus di Kelurahan Melayu,” ujarnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal perbaikan tata kelola lingkungan yang lebih profesional dan berbasis data. Pemerintah Kelurahan Melayu ingin memastikan setiap RT mampu menjawab tantangan administrasi secara digital sekaligus menjalankan fungsinya sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pelayanan publik. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *